- Shimano didirikan di Jepang pada tahun 1921, sementara SRAM didirikan pada tahun 1987 untuk memproduksi komponen sepeda.
- Shimano menawarkan perpindahan gigi yang halus, konsisten, serta pilihan groupset yang luas untuk berbagai jenis sepeda.
- SRAM menonjolkan inovasi teknologi wireless AXS dan konfigurasi satu gigi depan dengan rentang gigi yang lebar.
Suara.com - Perbedaan groupset Shimano vs SRAM menjadi salah satu hal yang menarik diperhatikan ketika ingin merakit atau membeli sepeda baru.
Keduanya sama-sama dikenal sebagai produsen komponen sepeda kelas dunia, tetapi memiliki pendekatan teknologi dan karakter yang berbeda.
Secara sederhana, Shimano cenderung dikenal dengan perpindahan gigi yang halus, konsisten, serta pilihan groupset yang luas, sedangkan SRAM lebih identik dengan inovasi, sistem wireless AXS, dan konfigurasi 1x dengan rentang gigi lebar.
Meski demikian, tidak tepat jika langsung menyimpulkan salah satunya lebih baik. Pilihan antara Shimano dan SRAM sangat bergantung pada jenis sepeda, gaya bersepeda, kebutuhan gearing, hingga preferensi pengendara.
Shimano dan SRAM, Apa Bedanya?
Perbedaan Shimano vs SRAM sebenarnya sudah terlihat dari sejarah kedua perusahaan.

Shimano didirikan Shozaburo Shimano di Sakai, Jepang, pada 1921. Perusahaan ini memulai produksi freewheel sepeda pada 1922 dan kemudian berkembang menjadi salah satu produsen komponen sepeda terbesar di dunia.
Sementara itu, SRAM jauh lebih muda. SRAM didirikan pada 1987 dengan produk pertamanya berupa Grip Shift shifter. Menurut SRAM, produk tersebut lahir dari keinginan untuk menghadirkan pengalaman bersepeda yang lebih baik dengan mematahkan desain konvensional.
Perbedaan sejarah tersebut ikut membentuk karakter kedua merek. Shimano memiliki tradisi panjang dalam pengembangan komponen yang mengutamakan kualitas dan konsistensi, sedangkan SRAM sejak awal cukup agresif dalam menghadirkan pendekatan baru pada sistem perpindahan gigi.
Perbedaan Groupset Shimano vs SRAM
| Aspek | Shimano | SRAM |
|---|---|---|
| Karakter | Halus, presisi, konsisten, dan mengutamakan pengalaman shifting yang familiar. | Inovatif, modern, dengan fokus pada sistem elektronik dan fleksibilitas. |
| Shifting elektronik | Di2 dengan teknologi elektronik dan opsi konektivitas melalui E-TUBE. | AXS dengan sistem elektronik wireless pada lini road tertentu. |
| Wireless | Sejumlah sistem Di2 menggunakan konfigurasi semi-wireless dengan baterai internal. | AXS menawarkan sistem wireless yang menjadi salah satu ciri khas SRAM. |
| 1x atau 2x | Secara historis kuat di konfigurasi 2x, tetapi kini juga memiliki pilihan 1x untuk gravel dan MTB. | Sangat kuat pada konfigurasi 1x, dengan pilihan gearing rentang lebar. |
| Gearing | Menawarkan pilihan gearing luas untuk road, gravel, MTB, hingga penggunaan harian. | X-Range menawarkan rentang gearing luas dengan progresi gear yang lebih rapat. |
| Personalisasi | Pengaturan shifting dan firmware dapat dilakukan melalui ekosistem E-TUBE. | AXS memungkinkan personalisasi kontrol, pengecekan baterai, dan pembaruan firmware melalui aplikasi. |
| Pilihan groupset | Claris, Sora, Tiagra, 105, Ultegra, Dura-Ace, serta lini lain untuk gravel dan MTB. | Apex, Rival, Force, Red, serta lini khusus MTB dan gravel. |
| Cocok untuk | Pesepeda yang mengutamakan shifting presisi, pilihan groupset luas, dan beragam konfigurasi. | Pesepeda yang menyukai teknologi wireless, personalisasi, dan konfigurasi 1x. |
Namun, tabel tersebut tidak berarti semua produk Shimano atau SRAM mempunyai karakter yang persis sama. Perbedaan akan semakin terasa ketika membandingkan groupset pada kelas dan jenis sepeda yang sama.
1. Perbedaan Sistem Perpindahan Gigi
Salah satu perbedaan paling menarik antara Shimano dan SRAM terdapat pada mekanisme shifting.
SRAM AXS menggunakan sistem elektronik wireless pada lini road tertentu. SRAM menawarkan AXS sebagai sistem yang memungkinkan pengendara melakukan personalisasi kontrol, memantau status baterai, hingga melakukan pembaruan firmware melalui aplikasi.
Logika tombol SRAM juga cukup khas. Pada konfigurasi AXS, satu sisi digunakan untuk berpindah ke gear yang lebih berat, sisi lainnya ke gear yang lebih ringan, sementara kombinasi tombol dapat digunakan untuk perpindahan front derailleur pada sistem 2x.
Keunggulan lainnya adalah proses instalasi yang relatif sederhana karena tidak membutuhkan rangkaian kabel shifting di dalam frame.
Sementara itu, Shimano Di2 menggunakan sistem elektronik yang terkenal dengan karakter perpindahan gigi cepat dan presisi. Pada sistem Shimano, sebagian konfigurasi menggunakan kabel atau sistem semi-wireless dengan baterai internal.
Bagi pesepeda yang mengutamakan rasa perpindahan gigi yang halus dan konsisten, Shimano menjadi salah satu pilihan yang menarik. Sementara SRAM bisa lebih menarik bagi pengguna yang menyukai sistem wireless dan pengaturan kontrol yang lebih fleksibel.