-
Pendaki asal Indonesia berusia 57 tahun meninggal dunia di Gunung Fuji, Jepang.
-
Korban sempat terpisah dari rombongan tur sebelum ditemukan tidak sadarkan diri.
-
Dugaan awal kepolisian menunjukkan korban meninggal akibat serangan jantung mendadak.
Suara.com - Aktivitas pendakian di Gunung Fuji berujung duka setelah seorang warga negara Indonesia atau WNI ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian usai terpisah dari rombongan turnya. Korban berusia 57 tahun tersebut diduga kuat mengembuskan napas terakhir akibat serangan jantung mendadak di medan ekstrem puncak tertinggi Jepang itu.
Peristiwa fatal ini menyoroti celah keamanan dalam pengawasan peserta tur pendakian massal yang kerap melanjutkan perjalanan tanpa memastikan kelengkapan anggotanya. Ketidakadaan sistem evaluasi medis ketat bagi pendaki usia lanjut juga menjadi sorotan utama dalam tragedi ini.
Insiden berdarah dingin dari kelalaian manajemen tur ini membuktikan betapa cepatnya kondisi darurat kesehatan dapat merenggut nyawa di kawasan pegunungan tinggi. Riset keselamatan outdoor mengonfirmasi bahwa keterlambatan penanganan awal pada kasus penyakit jantung di ketinggian amat fatal.
Diberitakan NHK, Selasa (1/9/2026), perjalanan fatal tersebut bermula ketika korban tiba bersama rombongan tur di stasiun kelima sekitar pukul 11.00 waktu setempat untuk beristirahat makan siang. Namun, ketika jeda istirahat usai, pria paruh baya tersebut tidak kunjung memunculkan diri di titik kumpul yang telah disepakati bersama.
Pihak penyelenggara tur justru mengambil keputusan berisiko dengan tetap melanjutkan perjalanan tanpa memverifikasi keberadaan korban. Keputusan menyiagakan rombongan meninggalkan satu peserta ini menjadi awal mula penemuan tragis di jalur pendakian.
Beberapa jam berselang, sekitar pukul 17.00, sejumlah pendaki lain menemukan tubuh korban dalam posisi terkurap tidak sadarkan diri di stasiun ketujuh. Saksi mata yang melintas langsung melaporkan kondisi darurat tersebut kepada petugas pondok gunung terdekat.
Pengelola pondok gunung bergerak cepat mengevakuasi tubuh korban yang sudah membeku turun kembali menuju stasiun kelima. Tim penyelamat setempat langsung meluncurkan ambulans untuk membawa korban ke fasilitas medis terdekat di Kota Fujikawaguchiko.
Setibanya di rumah sakit, tim medis melakukan upaya pertolongan darurat namun dokter akhirnya menyatakan korban telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal kepolisian setempat mengindikasikan bahwa penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian mendadak tersebut.
Isu keselamatan pendaki asing di Gunung Fuji memang terus menjadi perhatian utama otoritas Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Jalur pendakian yang curam serta perubahan cuaca drastis kerap memicu gangguan kesehatan fatal, khususnya bagi pendaki yang memiliki riwayat penyakit kronis.