Salt Bread Makin Populer, Inovasi Rasa dan Cara Menikmatinya Ikut Berkembang

Vania Rossa

Jum'at, 04 September 2026 | 13:04 WIB
Salt Bread Makin Populer, Inovasi Rasa dan Cara Menikmatinya Ikut Berkembang
Ilustrasi salt bread. (dok. Sunday Batch)
baca 10 detik
  • Roti asal Jepang bernama salt bread kini menjadi tren kuliner populer karena memiliki tekstur renyah dan lembut.
  • Co-Founder Sunday Batch, Andrian Harjanto, menyatakan para pelaku usaha melakukan inovasi rasa dan variasi penyajian sup pendamping.
  • Sunday Batch menggunakan bahan baku berkualitas tinggi dan teknik pemanggangan khusus untuk menjaga standar mutu produk.

Suara.com - Salt bread belakangan semakin sering muncul di etalase toko roti hingga kafe. Roti asal Jepang yang dikenal dengan cita rasa gurih, aroma mentega, serta perpaduan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam ini tengah menjadi salah satu tren kuliner yang menarik perhatian.

Daya tarik salt bread tidak hanya terletak pada rasa gurihnya. Tekstur menjadi salah satu alasan roti ini digemari. Bagian luar yang renyah berpadu dengan bagian dalam yang lembut dan buttery membuat pengalaman menyantapnya terasa berbeda dari roti pada umumnya.

Popularitas salt bread juga hadir di tengah meningkatnya minat konsumen terhadap produk roti artisanal. Konsumen kini tidak hanya mencari makanan yang mengenyangkan, tetapi juga memperhatikan kualitas bahan, proses pembuatan, keunikan rasa, hingga pengalaman ketika menyantapnya.

Tren ini sejalan dengan perubahan kebiasaan makan masyarakat urban yang semakin menyukai makanan praktis, tetapi tetap menawarkan kualitas dan pengalaman. Roti pun tidak lagi sekadar menjadi pilihan sarapan atau camilan, melainkan dapat menjadi comfort food untuk menemani berbagai momen.

Menariknya, perkembangan salt bread juga mendorong munculnya berbagai inovasi. Jika sebelumnya salt bread lebih banyak dikenal dalam bentuk dan rasa original, kini roti tersebut hadir dengan beragam isian dan perpaduan rasa.

Mulai dari cokelat, keju, buah-buahan, hingga cream cheese, berbagai varian membuat salt bread dapat dinikmati oleh konsumen dengan preferensi rasa yang berbeda.

Bentuknya pun mulai dieksplorasi. Tidak selalu berbentuk gulungan seperti salt bread pada umumnya, sejumlah pelaku usaha menghadirkannya menyerupai donat atau bagel. Perubahan bentuk tersebut bukan hanya memberikan tampilan berbeda, tetapi juga dapat memengaruhi tekstur roti.

Ilustrasi salt bread. (dok. Sunday Batch)
Ilustrasi salt bread. (dok. Sunday Batch)

Apakah Tren Salt Bread Akan Bertahan Lama?

Di tengah popularitasnya, muncul pertanyaan apakah salt bread akan menjadi tren sesaat atau justru mampu bertahan sebagai salah satu pilihan roti yang digemari masyarakat.

baca juga

Pelaku usaha di bidang ini pun melihat inovasi sebagai salah satu kunci untuk menjaga ketertarikan konsumen.

Co-Founder Sunday Batch, Andrian Harjanto, mengatakan dirinya tentu berharap popularitas salt bread dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Dari sisi saya sebagai pengusaha, tentu saya berharap tren ini akan long lasting. Dan kami siap dengan segala inovasi yang akan membuat produk kami disukai,” ujar Andrian.

Menurut dia, inovasi tidak hanya bisa dilakukan melalui varian rasa, tetapi juga dari cara menikmati salt bread. Salah satu yang kini dikembangkan adalah menjadikan roti tersebut sebagai pendamping sup.

“Jadi kita punya 3 varian sup, Sunday Soup, Cream Mushroom Soup, dan Black Sticky Rice Soup. Sup ini buat cocolan salt bread. Makannya pakai salt bread yang original,” kata Andrian.

Konsep tersebut menawarkan cara berbeda menikmati salt bread. Roti yang renyah dan buttery dapat dicocolkan ke sup hangat, sehingga menghasilkan perpaduan tekstur dan rasa yang berbeda.

Tiga pilihan sup yang ditawarkan memiliki karakter masing-masing. Sunday Soup hadir dengan cita rasa gurih dan kaya rempah, Cream Mushroom Soup menawarkan rasa creamy yang lembut, sedangkan Black Sticky Rice Soup menghadirkan perpaduan gurih dan manis.

Kualitas Bahan Jadi Salah Satu Kunci

Selain inovasi, kualitas bahan juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya tarik produk roti artisanal.

Menurut Andrian, kualitas bahan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pembuatan produk.

“Untuk produk-produk di Sunday Batch, sama halnya seperti Dough Darlings, kami memastikan menggunakan bahan kualitas terbaik,” ujar Andrian.

Hal tersebut menjadi penting karena karakter salt bread sangat bergantung pada kualitas adonan dan mentega yang digunakan. Proses pemanggangan juga menentukan apakah roti mampu menghasilkan bagian luar yang renyah tanpa menghilangkan kelembutan di bagian dalam.

Sunday Batch sendiri menghadirkan salt bread dengan teknik pemanggangan pada suhu sekitar 180–190 derajat Celsius selama 12–15 menit. Produk tersebut juga tidak menggunakan egg wash. Sebagai gantinya, lelehan mentega selama proses pemanggangan membantu menghasilkan warna keemasan dan aroma buttery.

Untuk pilihan rasa, tersedia sejumlah varian seperti Double Chocolate, Triple Cheese, Blueberry, Chocolate Banana, dan Cranberry Cream Cheese.

Sementara untuk pengalaman dine-in, tersedia mini salt bread yang disajikan bersama tiga pilihan sup sebagai pendamping.

Co-Founder Sunday Batch, Sidney Mohede, mengatakan produk tersebut bermula dari eksperimen santai pada suatu hari Minggu, tetapi kemudian dikembangkan dengan standar produksi yang serius.

“Sunday Batch memang lahir dari ketidaksengajaan di satu sore hari Minggu yang santai. Namun, dalam menghadirkan produk ini secara resmi ke publik, kami melakukannya dengan komitmen penuh. Kami menyempurnakan setiap detailnya secara maksimal, menggabungkan craftsmanship tinggi dari para baker berpengalaman dengan kualifikasi bahan baku terbaik. Kami ingin memastikan keajaiban resep yang tercipta secara tidak sengaja ini disajikan dalam standar kualitas kuliner tertinggi,” ujar Sidney.

Dengan semakin beragamnya pilihan rasa, bentuk, hingga cara menikmati, perkembangan salt bread menunjukkan bahwa tren roti artisanal masih memiliki ruang untuk terus bereksplorasi. Bagi konsumen, hal ini tentu memberikan lebih banyak pilihan untuk menikmati roti, baik sebagai camilan, teman minum kopi, maupun comfort food di tengah kesibukan sehari-hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Parfum Wangi Gourmand ala Toko Roti, Beri Kesan Manis yang Hangat

5 Rekomendasi Parfum Wangi Gourmand ala Toko Roti, Beri Kesan Manis yang Hangat

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Sering Lapar Padahal Baru Sarapan? Waspada Efek Roller Coaster Gula Darah

Sering Lapar Padahal Baru Sarapan? Waspada Efek Roller Coaster Gula Darah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:26 WIB

Bisnis Mandek, Toko Senjata Kini Jualan Roti Demi Bertahan Hidup

Bisnis Mandek, Toko Senjata Kini Jualan Roti Demi Bertahan Hidup

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Terkini

Kenapa Sepatu Lari Berwarna Mencolok dan Terang? Alasannya Lebih dari Sekadar Gaya-gayaan

Kenapa Sepatu Lari Berwarna Mencolok dan Terang? Alasannya Lebih dari Sekadar Gaya-gayaan

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 14:31 WIB

Drama China How Dare You: Terjebak di Dunia Novel sebagai Tokoh Antagonis

Drama China How Dare You: Terjebak di Dunia Novel sebagai Tokoh Antagonis

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 14:30 WIB

Saiful Tewas Diamuk Massa karena Tuduhan Pencurian Pisang di Lampung Selatan

Saiful Tewas Diamuk Massa karena Tuduhan Pencurian Pisang di Lampung Selatan

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 14:24 WIB

Harga Emas Antam Ambruk Rp30 Ribu, Menuju Level Terendah Sebulan

Harga Emas Antam Ambruk Rp30 Ribu, Menuju Level Terendah Sebulan

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 14:17 WIB

Tablet Xiaomi Pad 9 Pro Max Siap Debut, Bawa Xring O3 yang Diklaim Tembus 5,22 Juta AnTuTu

Tablet Xiaomi Pad 9 Pro Max Siap Debut, Bawa Xring O3 yang Diklaim Tembus 5,22 Juta AnTuTu

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 14:15 WIB

Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai, Antrean Truk dari 16 Km Jadi 7 Km

Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai, Antrean Truk dari 16 Km Jadi 7 Km

Jatim | Sabtu, 05 September 2026 | 14:14 WIB

Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami

Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami

News | Sabtu, 05 September 2026 | 14:10 WIB

Prajurit Penyiram Air Keras Tak Dipecat, Bentuk Normalisasi Teror Kekerasan Lewat Peradilan Militer?

Prajurit Penyiram Air Keras Tak Dipecat, Bentuk Normalisasi Teror Kekerasan Lewat Peradilan Militer?

News | Sabtu, 05 September 2026 | 14:05 WIB

Ahmad Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Menjadi Prioritas

Ahmad Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Menjadi Prioritas

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 14:04 WIB

Kebakaran Hutan, Ekspansi Kapital dan Krisis Tata Kelola

Kebakaran Hutan, Ekspansi Kapital dan Krisis Tata Kelola

Opini | Sabtu, 05 September 2026 | 14:01 WIB

×