- Setrika kering memakai pelat panas untuk pakaian sehari-hari dan perawatannya sangat sederhana.
- Setrika uap memanfaatkan panas serta uap air guna mengatasi kerutan berat pada pakaian.
- Pemilihan jenis setrika perlu disesuaikan dengan bahan pakaian dan kebutuhan praktis di rumah.
Suara.com - Setrika menjadi salah satu peralatan rumah tangga yang membantu pakaian terlihat lebih rapi sebelum dikenakan.
Namun, jenis setrika yang tersedia di pasaran tidak hanya setrika kering, tetapi juga setrika uap dengan cara kerja yang berbeda.
Setrika kering mengandalkan panas dari pelat setrika untuk merapikan pakaian, sedangkan setrika uap memanfaatkan panas sekaligus uap air.
Perbedaan cara kerja tersebut membuat keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan saat digunakan pada jenis kain tertentu.
Sebelum membelinya, simak perbedaan setrika kering dan uap berikut ini agar mudah mempertimbangkan.
1. Cara Kerja
Setrika kering bekerja dengan menghasilkan panas pada bagian pelat yang kemudian ditempelkan langsung ke pakaian.
Panas tersebut membantu melonggarkan serat kain sehingga kerutan dapat dirapikan.
Sementara itu, setrika uap menggunakan panas dan uap air.
Uap yang keluar dari lubang pada pelat membantu melembutkan serat kain sehingga kerutan lebih mudah dihilangkan.
2. Kemampuan Menghilangkan Kusut
Setrika kering cukup efektif untuk pakaian dengan kusut ringan hingga sedang.
Pengguna biasanya perlu memberikan sedikit tekanan dan menggerakkan setrika secara perlahan agar hasilnya maksimal.
Setrika uap lebih unggul untuk pakaian yang memiliki kusut cukup berat.
Uap panas dapat membantu mengendurkan serat kain sehingga proses menyetrika terasa lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak tekanan.