Suara.com - Penyelenggaraan acara tidak hanya meninggalkan kesan bagi pengunjung, tetapi juga menghasilkan sampah dan penggunaan material. Karena itu, pengelolaan kegiatan yang lebih berkelanjutan menjadi penting, terutama untuk festival yang menyasar anak muda.
Hal ini diterapkan dalam FestVent Volume 3. Di tengah berbagai kompetisi, mahasiswa Event Management Politeknik Multimedia Nusantara juga menerapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak lingkungan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Panitia menyediakan water station yang dapat digunakan peserta dan pengunjung selama acara berlangsung.
"Di bawah itu kita sediakan water station, jadi kayak buat mengurangi penggunaan botol plastik," ujar Regina, salah satu panitia sekaligus mahasiswa Event Management.
Fasilitas tersebut memungkinkan pengunjung memenuhi kebutuhan air minum tanpa harus bergantung pada botol kemasan sekali pakai.
Sampah Dipilah Berdasarkan Jenisnya

Pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari konsep berkelanjutan yang diterapkan dalam acara tersebut. Mereka turut memfasilitasi tempat sampah berdasarkan tiga jenis kategori.
Pemilahan pun dilakukan sejak sampah itu dihasilkan dari berbagai aktivitas selama festival. Kemudian, sampah yang terlah terkumpul masih akan melalui proses pemilahan kembali untuk menentukan pengelolaan pada tahap berikutnya.
"Kita sediakan sampah, tiga jenis sampah gitu. Itu sih, salah satu green action kita," tambah Regina.
Dengan adanya mekanisme tersebut menjadikan pengelolaan sampah ini tidak hanya berhenti pada penyediaan tempat pembuangan. Sampah yang berasal dari kegiatan ini akan dipisahkan berdasarkan kategorinya sehingga dapat ditangani secara lebih terarah.
Pihak penyelenggara juga menjelaskan bahwa pemilahan kembali sampah akan dilakukan setelah kegiatan berlangsung. Artinya, sampah yang telah terkumpul di setiap bagian ini tidak langsung dianggap selesai setelah dimasukkan ke tempat yang tersedia.
Memanfaatkan Material Bekas untuk Event

Tidak hanya mengurangi sampah, FestVent Volume 3 juga berupaya menggunakan kembali material yang sudah ada. Kayu bekas, misalnya, dimanfaatkan untuk kebutuhan dekorasi dan perlengkapan acara.
Langkah ini membantu mengurangi ketergantungan pada material baru sekaligus menunjukkan bahwa konsep berkelanjutan dalam penyelenggaraan acara tidak selalu membutuhkan perubahan besar.
Pengurangan botol sekali pakai, pemilahan sampah, dan penggunaan kembali material dapat menjadi bagian dari perencanaan event sejak awal.
Bagi mahasiswa Event Management, penerapan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Melalui FestVent yang digelar setiap tahun, mereka tidak hanya belajar memastikan acara berjalan dan menarik bagi pengunjung, tetapi juga mempertimbangkan dampak dari material, konsumsi, hingga sampah yang dihasilkan.
Dengan begitu, keberlanjutan tidak ditempatkan sebagai tambahan setelah acara dirancang, melainkan menjadi bagian dari proses penyelenggaraan sejak awal.
Penulis: Chairunisa