Dari Water Station hingga Material Bekas, Bagaima Cara FestVent Kurangi Sampah

Bimo Aria Fundrika

Senin, 21 September 2026 | 11:14 WIB
Dari Water Station hingga Material Bekas, Bagaima Cara FestVent Kurangi Sampah
Gapura acara yang dibuat dari bahan daur ulang di acara FestVent Vol. 3, Politeknik Multimedia Nusantara, Kamis (17/9). (dok. Pribadi/Nisa)

Suara.com - Penyelenggaraan acara tidak hanya meninggalkan kesan bagi pengunjung, tetapi juga menghasilkan sampah dan penggunaan material. Karena itu, pengelolaan kegiatan yang lebih berkelanjutan menjadi penting, terutama untuk festival yang menyasar anak muda.

Hal ini diterapkan dalam FestVent Volume 3. Di tengah berbagai kompetisi, mahasiswa Event Management Politeknik Multimedia Nusantara juga menerapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak lingkungan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Panitia menyediakan water station yang dapat digunakan peserta dan pengunjung selama acara berlangsung.

"Di bawah itu kita sediakan water station, jadi kayak buat mengurangi penggunaan botol plastik," ujar Regina, salah satu panitia sekaligus mahasiswa Event Management.

Fasilitas tersebut memungkinkan pengunjung memenuhi kebutuhan air minum tanpa harus bergantung pada botol kemasan sekali pakai.

Sampah Dipilah Berdasarkan Jenisnya

Pemanfaatan ban bekas yang disulap menjadi tempat sampah. (dok. Pribadi/Nisa)
Pemanfaatan ban bekas yang disulap menjadi tempat sampah. (dok. Pribadi/Nisa)

Pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari konsep berkelanjutan yang diterapkan dalam acara tersebut. Mereka turut memfasilitasi tempat sampah berdasarkan tiga jenis kategori.

Pemilahan pun dilakukan sejak sampah itu dihasilkan dari berbagai aktivitas selama festival. Kemudian, sampah yang terlah terkumpul masih akan melalui proses pemilahan kembali untuk menentukan pengelolaan pada tahap berikutnya.

"Kita sediakan sampah, tiga jenis sampah gitu. Itu sih, salah satu green action kita," tambah Regina.

Dengan adanya mekanisme tersebut menjadikan pengelolaan sampah ini tidak hanya berhenti pada penyediaan tempat pembuangan. Sampah yang berasal dari kegiatan ini akan dipisahkan berdasarkan kategorinya sehingga dapat ditangani secara lebih terarah.

baca juga

Pihak penyelenggara juga menjelaskan bahwa pemilahan kembali sampah akan dilakukan setelah kegiatan berlangsung. Artinya, sampah yang telah terkumpul di setiap bagian ini tidak langsung dianggap selesai setelah dimasukkan ke tempat yang tersedia.

Memanfaatkan Material Bekas untuk Event

Perlengkapan acara di venue utama, Amphi Teater menggunakan barang-barang bekas dalam acara FestVent Vol. 3, Politeknik Multimedia Nusantara. (dok. Pribadi/Nisa)
Perlengkapan acara di venue utama, Amphi Teater menggunakan barang-barang bekas dalam acara FestVent Vol. 3, Politeknik Multimedia Nusantara. (dok. Pribadi/Nisa)

Tidak hanya mengurangi sampah, FestVent Volume 3 juga berupaya menggunakan kembali material yang sudah ada. Kayu bekas, misalnya, dimanfaatkan untuk kebutuhan dekorasi dan perlengkapan acara.

Langkah ini membantu mengurangi ketergantungan pada material baru sekaligus menunjukkan bahwa konsep berkelanjutan dalam penyelenggaraan acara tidak selalu membutuhkan perubahan besar.

Pengurangan botol sekali pakai, pemilahan sampah, dan penggunaan kembali material dapat menjadi bagian dari perencanaan event sejak awal.

Bagi mahasiswa Event Management, penerapan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Melalui FestVent yang digelar setiap tahun, mereka tidak hanya belajar memastikan acara berjalan dan menarik bagi pengunjung, tetapi juga mempertimbangkan dampak dari material, konsumsi, hingga sampah yang dihasilkan.

Dengan begitu, keberlanjutan tidak ditempatkan sebagai tambahan setelah acara dirancang, melainkan menjadi bagian dari proses penyelenggaraan sejak awal.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Kue Kering yang Bisa Dimakan, Kok Bisa?

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Kue Kering yang Bisa Dimakan, Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB

Investor China Bidik Deli Serdang, Industri Daur Ulang Bisa Serap 10.000 Tenaga Kerja

Investor China Bidik Deli Serdang, Industri Daur Ulang Bisa Serap 10.000 Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 16:25 WIB

Bukan Acara Biasa, FestVent Volume 3 Ajak Anak Muda Keluar dari Zona Nyaman

Bukan Acara Biasa, FestVent Volume 3 Ajak Anak Muda Keluar dari Zona Nyaman

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 10:49 WIB

Terkini

Bitcoin Tembus US$81 Ribu, Sinyal 'Altcoin Season' Menguat di Tengah Reli Kripto?

Bitcoin Tembus US$81 Ribu, Sinyal 'Altcoin Season' Menguat di Tengah Reli Kripto?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:13 WIB

Menikah Beda Usia 18 Tahun, Ini Tingkat Kecocokan Zodiak Andre Taulany dan Amanda Rigby

Menikah Beda Usia 18 Tahun, Ini Tingkat Kecocokan Zodiak Andre Taulany dan Amanda Rigby

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:12 WIB

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Kue Kering yang Bisa Dimakan, Kok Bisa?

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Kue Kering yang Bisa Dimakan, Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB

Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI

Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB

Ada Pelantikan Baru, Suahasil Pastikan Perombakan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya Sah

Ada Pelantikan Baru, Suahasil Pastikan Perombakan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya Sah

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:05 WIB

Kondisi Eks Timnas Inggris Andros Townsend Usai Digilas Mesin Perata Rumput

Kondisi Eks Timnas Inggris Andros Townsend Usai Digilas Mesin Perata Rumput

Bola | Senin, 21 September 2026 | 11:05 WIB

Basecamp Nyaman Sebelum ke Dieng, Ini 3 Hotel di Kota Wonosobo dengan Alat Pemanas

Basecamp Nyaman Sebelum ke Dieng, Ini 3 Hotel di Kota Wonosobo dengan Alat Pemanas

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 11:02 WIB

NASA Teliti Kawah Baru di Bulan, Punya Titik Dingin Aneh

NASA Teliti Kawah Baru di Bulan, Punya Titik Dingin Aneh

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 11:01 WIB

Italia Larang Siswi Pakai Hijab di Sekolah

Italia Larang Siswi Pakai Hijab di Sekolah

News | Senin, 21 September 2026 | 11:00 WIB

Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982: Potret Sunyi Perempuan dalam Belenggu Patriarki

Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982: Potret Sunyi Perempuan dalam Belenggu Patriarki

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 11:00 WIB

×