Kebutuhan Kayu Sengon Tinggi, Tanaman Tahan Iklim Ekstrem Mulai Dikembangkan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 21 September 2026 | 13:05 WIB
Kebutuhan Kayu Sengon Tinggi, Tanaman Tahan Iklim Ekstrem Mulai Dikembangkan
Ilustrasi pohon sengon. (Unsplash/Oscar Avalos)

Suara.com - Kebutuhan kayu sengon (Falcataria moluccana) terus meningkat untuk berbagai keperluan, mulai dari industri kayu ringan, chip, furnitur, peti kemas, hingga sumpit. Namun, kebutuhan bahan baku untuk pasar dalam negeri saja disebut belum sepenuhnya terpenuhi, sementara permintaan ekspor turut menambah tekanan.

Peneliti Ahli Utama Pusat Rekayasa Genetika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ir. Enny Sudarmonowati, mengatakan kebutuhan sengon untuk industri masih tinggi.

"Pengguna sengon ini banyak sekali. Kebutuhan bahan baku untuk industri, seperti light wood, chip, furniture ringan, peti kemas, bahkan chopstick, sangat tinggi. Untuk kebutuhan dalam negeri saja masih kurang, apalagi untuk ekspor," kata Enny.

Sengon dikenal sebagai tanaman kehutanan yang tumbuh cepat dan merupakan sumber daya genetik asli Indonesia dengan persebaran alami di Maluku.

Selain untuk bahan baku industri, tanaman ini dapat dimanfaatkan dalam penghutanan kembali karena kemampuannya mengikat nitrogen yang membantu meningkatkan kesuburan tanah.

Namun, peningkatan produksi sengon menghadapi tantangan perubahan iklim. Kekeringan akibat keterbatasan air maupun genangan di lahan dengan drainase buruk dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Karena itu, BRIN mengembangkan sengon yang mampu bertahan pada dua kondisi ekstrem tersebut.

"Saat ini kita dituntut untuk menghasilkan benih unggul yang tahan terhadap perubahan iklim. Karena itu, kami mengembangkan sengon yang tahan kekeringan maupun tahan genangan," ujar Enny.

Kemampuan tersebut diharapkan membuat sengon dapat dikembangkan di wilayah dengan kondisi lahan yang berbeda, termasuk lahan marginal yang mengalami keterbatasan air maupun kawasan yang rentan tergenang.

baca juga

Mencari Sengon Unggul dari Berbagai Daerah

Untuk menemukan karakter tersebut, peneliti BRIN memanfaatkan sumber daya genetik sengon dari berbagai wilayah Indonesia. Benih dari sejumlah provenance atau asal-usul geografis kemudian ditanam dan diteliti untuk menemukan individu dengan karakter unggul.

Dalam pemuliaan tanaman kehutanan, individu dengan karakter terbaik disebut pohon plus.

Enny mengatakan pemilihan pohon plus untuk kebutuhan kayu mempertimbangkan sejumlah karakter, seperti bentuk batang, diameter, serta ketahanan terhadap hama dan penyakit.

"Karena ini untuk kayu, pohon plus itu yang batangnya lurus, batas bebas cabangnya tinggi, diameternya besar, serta memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit," katanya.

Penelitian juga tidak berhenti pada pengamatan apakah tanaman mampu bertahan dalam kondisi kekeringan atau genangan. BRIN menggunakan pendekatan bioteknologi untuk mempelajari mekanisme biologis yang mendukung kemampuan tersebut.

"Penelitian ini tidak hanya melihat apakah tanaman tahan kekeringan atau tahan genangan, tetapi juga didukung dengan data dan informasi biologis, termasuk ekspresi gen dan gen-gen yang berperan dalam mengatur ketahanan terhadap kekeringan," ujar Enny.

Pendekatan tersebut melengkapi pemuliaan tanaman secara konvensional yang membutuhkan waktu panjang untuk menemukan berbagai karakter unggul.

Dari Laboratorium ke Sumber Benih
Meski telah menemukan sengon dengan karakter yang diinginkan, hasil penelitian belum bisa langsung digunakan sebagai sumber benih dalam skala luas.

BRIN masih membutuhkan mitra yang memiliki kapasitas dalam perbenihan untuk memperbanyak tanaman unggul tersebut menjadi pohon indukan dan sumber benih.

"BRIN tidak bisa memperbanyak sendiri karena kami juga harus melanjutkan penelitian. Harapannya, hasil sengon unggul yang kami serahkan dapat diperbanyak menjadi pohon indukan dan selanjutnya menjadi sumber benih," kata Enny.

Pengembangan juga akan terus dipantau. Ketahanan terhadap kekeringan dan genangan bukan berarti seluruh karakter unggul tanaman telah diketahui.

"Yang sudah kami ketahui saat ini adalah tahan genangan dan tahan kekeringan, tetapi mungkin ada sifat unggul lainnya yang bisa ditemukan, seperti tahan penyakit, tahan hama, atau karakter kayu yang lebih baik," ujarnya.

Dengan demikian, pengembangan sengon tidak berhenti pada menemukan tanaman yang mampu bertahan dalam kondisi ekstrem. Hasil riset masih perlu melalui tahapan perbanyakan, pengembangan sumber benih, pemantauan, dan sertifikasi agar dapat dimanfaatkan lebih luas.

Penulis: Chairunisa
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 10:00 WIB

Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut

Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Kemarau Panjang, Warga Lenteng Agung Antre Air Bersih

Kemarau Panjang, Warga Lenteng Agung Antre Air Bersih

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 17:51 WIB

Terkini

Benjamin Netanyahu Injak Kaki ke Masjid Al-Aqsa, Hamas Murka: Provokasi Terang-terangan

Benjamin Netanyahu Injak Kaki ke Masjid Al-Aqsa, Hamas Murka: Provokasi Terang-terangan

News | Senin, 21 September 2026 | 13:05 WIB

Lima Langkah Mudah Parkir Mobil di Area Sempit Tanpa Panik

Lima Langkah Mudah Parkir Mobil di Area Sempit Tanpa Panik

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 13:04 WIB

10 Korban KM Virgo Meninggal karena Tenggelam, Apakah Termasuk Mati Syahid?

10 Korban KM Virgo Meninggal karena Tenggelam, Apakah Termasuk Mati Syahid?

News | Senin, 21 September 2026 | 13:01 WIB

Kalau Semua Harus Ditanggung Sendiri, Lalu Pajak Kita untuk Apa?

Kalau Semua Harus Ditanggung Sendiri, Lalu Pajak Kita untuk Apa?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:00 WIB

Gampang Move On! 5 Zodiak Ini Paling Cepat Dapat Pacar Baru Setelah Putus

Gampang Move On! 5 Zodiak Ini Paling Cepat Dapat Pacar Baru Setelah Putus

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:59 WIB

Cara Unreg Nomor HP Semua Operator, Matikan yang Tidak Terpakai

Cara Unreg Nomor HP Semua Operator, Matikan yang Tidak Terpakai

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 12:58 WIB

Eks Pimpinan KPK Soroti RUU Perampasan Aset: Kewenangan Penegak Hukum Sudah Besar

Eks Pimpinan KPK Soroti RUU Perampasan Aset: Kewenangan Penegak Hukum Sudah Besar

News | Senin, 21 September 2026 | 12:56 WIB

Gen Z, Overthinking, dan Keranjang Belanja yang Tak Pernah Kosong: Habit?

Gen Z, Overthinking, dan Keranjang Belanja yang Tak Pernah Kosong: Habit?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:53 WIB

5 Air Purifier untuk Hempas Bau Asap Rokok dalam Ruangan, Mulai Rp160 Ribuan

5 Air Purifier untuk Hempas Bau Asap Rokok dalam Ruangan, Mulai Rp160 Ribuan

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:51 WIB

Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga

Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:50 WIB

×