-
Logo Tut Wuri Handayani menjadi simbol resmi pendidikan di Indonesia.
-
Logo Tut Wuri Handayani ditetapkan sejak tahun 1977.
-
Logo ini memiliki makna filosofis mendalam dari Ki Hajar Dewantara.
Suara.com - Logo Tut Wuri Handayani merupakan salah satu simbol yang sangat lekat dengan dunia pendidikan di Indonesia.
Logo ini tidak hanya digunakan sebagai identitas institusi pendidikan, tetapi juga menyimpan filosofi yang berkaitan erat dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara.
Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Sosok yang memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat ini dikenal melalui pemikirannya tentang pendidikan yang kemudian melahirkan tiga semboyan utama, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.
Ketiga semboyan itu menggambarkan peran pendidik dalam membimbing peserta didik.
Bila diartikan menjadi "Di depan, pendidik harus menjadi teladan; di tengah, pendidik membangun semangat dan memberikan gagasan; sedangkan di belakang, pendidik memberikan dorongan".
Tut Wuri Handayani menjadi semboyan yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan sekaligus diabadikan sebagai bagian dari lambang Kementerian Pendidikan.
Sejarah Logo Tut Wuri Handayani
Logo Tut Wuri Handayani mulai digunakan pada 1977. Proses pembentukannya diawali dengan sayembara untuk mendapatkan rancangan lambang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada 14 Februari 1977, dibentuk panitia sayembara pembuatan lambang tersebut. Proses seleksi melibatkan sejumlah tokoh seni sebagai dewan juri, antara lain Dr. Soekmono, Prof. Drs. H.A. Sadali, dan Drs. Abdulkadir.
Dalam sayembara tersebut terdapat sekitar 1.600 rancangan logo yang diseleksi. Namun, tidak ada satu pun rancangan yang dinilai dapat langsung ditetapkan sebagai lambang.
Selanjutnya, terdapat 10 rancangan yang dianggap terbaik. Kesepuluh rancangan tersebut kemudian dikaji dan dimodifikasi hingga menghasilkan bentuk logo Tut Wuri Handayani yang dikenal saat ini.
Logo tersebut kemudian ditetapkan secara resmi pada 6 September 1977 melalui SK Menteri Nomor 0398/M/1977.
Penggunaan Tut Wuri Handayani sebagai lambang menjadi bentuk penghargaan terhadap pemikiran dan jasa Ki Hajar Dewantara dalam perkembangan pendidikan di Indonesia.
Makna Logo Tut Wuri Handayani
Setiap bagian dalam logo Tut Wuri Handayani memiliki simbol dan filosofi tersendiri. Unsur-unsur tersebut menggambarkan nilai pendidikan, pengabdian, ilmu pengetahuan, serta semangat yang berlandaskan Pancasila.
Berikut makna setiap unsur logo tersebut:
1. Bidang Segi Lima Berwarna Biru Muda