- Ariston Indonesia menyatakan freon AC hanya berkurang atau habis akibat kebocoran pada sistem tertutup.
- Tanda kebocoran meliputi AC tidak dingin, muncul bunga es, dan terdengar suara mendesis dari pipa.
- Teknisi harus memperbaiki sumber kebocoran sebelum melakukan pengisian ulang refrigeran sesuai spesifikasi AC.
Suara.com - Tanda-tanda freon AC habis atau bocor penting diketahui karena AC yang tidak dingin belum tentu selalu disebabkan oleh freon. Filter kotor, evaporator atau kondensor yang kotor, hingga masalah pada kipas outdoor juga dapat membuat performa pendinginan menurun.
Hal yang perlu dipahami, freon AC sebenarnya tidak seharusnya habis hanya karena digunakan setiap hari. Ariston Indonesia menjelaskan bahwa refrigeran berada di dalam sistem AC yang tertutup.
Freon baru berkurang atau habis apabila terdapat kebocoran pada sistem, misalnya pada pipa, sambungan, evaporator, atau kondensor.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak langsung meminta teknisi melakukan isi ulang freon ketika AC terasa kurang dingin. Perlu diketahui terlebih dahulu apakah memang terdapat masalah pada jumlah refrigeran.
Tanda-Tanda Freon AC Berkurang atau Bocor

Berikut beberapa tanda yang dapat menjadi indikasi freon AC berkurang atau mengalami kebocoran.
1. AC Menyala tetapi Tidak Dingin
Salah satu tanda yang paling mudah dirasakan adalah AC tetap menyala dan mengeluarkan angin, tetapi udara yang keluar tidak lagi terasa dingin seperti biasanya.
Midea Indonesia menyebut freon yang berkurang dapat membuat AC kehilangan kemampuan pendinginannya sehingga udara yang keluar terasa seperti angin biasa. Namun, kondisi ini tidak otomatis berarti freon bocor karena AC tidak dingin juga dapat disebabkan filter, evaporator, kondensor, kipas, atau komponen lainnya.
2. Muncul Bunga Es pada Pipa atau Evaporator
Tanda berikutnya adalah munculnya bunga es atau pembekuan pada bagian tertentu dari sistem AC.
Menurut Ariston Indonesia, tekanan refrigeran yang tidak sesuai dapat menyebabkan bagian pipa mengalami pembekuan. Kondisi ini perlu diperiksa karena pembekuan juga dapat berkaitan dengan masalah aliran udara atau komponen lain pada AC.
3. Outdoor Tidak Mengeluarkan Hawa Panas Seperti Biasanya
Saat AC bekerja, unit outdoor berfungsi membuang panas yang diserap dari dalam ruangan. Jika proses pendinginan tidak berjalan sebagaimana mestinya, perubahan pada kondisi udara yang keluar dari outdoor dapat menjadi salah satu petunjuk adanya masalah.
Namun, tanda ini juga tidak bisa digunakan sendirian untuk memastikan freon habis. Pemeriksaan teknisi tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
4. AC Terus Bekerja tetapi Ruangan Sulit Dingin
Freon yang berkurang dapat membuat proses pendinginan tidak optimal. Akibatnya, AC bisa bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang telah diatur.
Midea Indonesia menjelaskan bahwa ketika refrigeran berkurang, kompresor dapat bekerja lebih lama dan lebih berat karena sistem kesulitan mencapai suhu yang diinginkan.
5. Ada Suara Mendesis atau Tanda Kebocoran di Sekitar Pipa
Kebocoran pada sistem refrigeran terkadang dapat ditandai suara mendesis dari area tertentu. Midea juga menyebut pipa, sambungan, dan bagian sistem lainnya dapat menjadi lokasi kebocoran.
Bahkan, kebocoran kecil bisa berlangsung perlahan sehingga penurunan performa AC baru terasa setelah beberapa waktu.
Kenapa Freon AC Bisa Berkurang?
Freon dapat berkurang ketika sistem pendingin mengalami kebocoran. Penyebabnya antara lain sambungan pipa yang kurang rapat, kerusakan atau korosi pada pipa, kerusakan evaporator atau kondensor, serta kesalahan instalasi.
Midea Indonesia juga menjelaskan bahwa instalasi pipa yang kurang tepat dapat menyebabkan kebocoran refrigeran. Salah satu contohnya adalah sambungan flare yang tidak presisi sehingga refrigeran perlahan keluar melalui celah mikro.
Artinya, freon yang berulang kali berkurang bukan kondisi normal. Jika AC harus terus-menerus ditambah freon dalam waktu singkat, pengguna sebaiknya meminta teknisi mencari sumber kebocoran, bukan sekadar menambahkan refrigeran.
Kapan Freon AC Harus Diisi Ulang?
Freon AC perlu diisi ulang apabila hasil pemeriksaan menunjukkan jumlah atau tekanan refrigeran tidak sesuai spesifikasi dan penyebabnya sudah diketahui.
Ariston Indonesia menekankan bahwa mengisi ulang freon tanpa memperbaiki sumber kebocoran bukan solusi. Kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki terlebih dahulu, kemudian sistem diperiksa sebelum dilakukan pengisian ulang.
Karena itu, jangan menjadikan "setiap beberapa bulan harus isi freon" sebagai jadwal perawatan rutin. Dalam kondisi sistem AC tertutup dan tidak mengalami kebocoran, refrigeran tidak seharusnya habis hanya karena usia pemakaian. Midea Indonesia juga menjelaskan bahwa AC dalam kondisi normal tidak membutuhkan pengisian freon secara berkala.
Bagaimana Cara Memastikan Freon AC Bocor?
Pemeriksaan freon sebaiknya dilakukan teknisi menggunakan alat yang sesuai. Ariston Indonesia menyebut pemeriksaan dapat dilakukan dengan pengecekan tekanan menggunakan manifold gauge dan metode pendeteksian kebocoran, termasuk menggunakan alat pendeteksi elektronik.
Jika ditemukan kebocoran, titik tersebut perlu diperbaiki terlebih dahulu. Setelah itu, sistem dapat divakum dan diisi refrigeran sesuai jenis serta spesifikasi AC.
Pengguna juga sebaiknya tidak langsung menganggap AC tidak dingin = freon habis. Membersihkan filter, memeriksa evaporator dan kondensor, serta memastikan kipas outdoor bekerja merupakan bagian dari pemeriksaan karena masalah tersebut juga dapat menyebabkan AC kurang dingin.