- Pintu depan dan belakang yang segaris dikenal sebagai through hall dalam feng shui.
- Posisi ini dipercaya membuat qi mengalir terlalu cepat keluar dari rumah.
- Ada beberapa cara sederhana untuk memutus garis lurus tanpa membongkar pintu.
Suara.com - Posisi pintu depan yang langsung terlihat sampai ke pintu belakang cukup sering ditemukan pada rumah dengan desain memanjang.
Dalam feng shui, susunan rumah seperti ini dianggap kurang ideal karena qi atau energi yang masuk dari pintu utama dipercaya bergerak terlalu cepat dan langsung keluar melalui pintu belakang.
Tata letak pintu yang saling berhadapan dalam satu garis ini sendiri dikenal sebagai through hall atau chuan tang dalam beberapa referensi feng shui.
Menurut kepercayaan tersebut, aliran qi di dalam rumah sebaiknya tidak langsung melaju dari pintu depan menuju pintu belakang, tetapi menyebar dan berkumpul terlebih dahulu di dalam ruangan.
Lantas, apa saja efek pintu depan lurus tembus ke pintu belakang menurut feng shui?
Dalam feng shui, posisi pintu menjadi salah satu bagian rumah yang diperhatikan karena berkaitan dengan arah dan aliran qi di dalam hunian.

1. Qi Dipercaya Mengalir Terlalu Cepat
Efek pertama berkaitan dengan pergerakan qi di dalam rumah. Dalam feng shui, pintu utama dipandang sebagai jalur masuk qi, sehingga alirannya di dalam rumah menjadi salah satu hal yang diperhatikan.
Ketika pintu depan langsung berhadapan dengan pintu belakang, qi dipercaya tidak memiliki cukup ruang untuk menyebar ke area rumah lainnya. Energi tersebut seolah masuk dari satu sisi dan langsung keluar dari sisi lain.
2. Rumah Dianggap Sulit Menahan Energi Positif
Garis lurus antara pintu depan dan pintu belakang juga kerap dikaitkan dengan kemampuan rumah dalam mempertahankan qi.
Dalam pemahaman feng shui tradisional, energi yang masuk diharapkan dapat bergerak perlahan dan berkumpul sebelum keluar.
Oleh karena itu, tata letak pintu yang langsung tembus ke belakang dipercaya membuat qi lebih cepat meninggalkan rumah.
Konsep ini kemudian sering dikaitkan dengan istilah bahwa energi atau keberuntungan yang masuk tidak sempat "menetap".
3. Dikaitkan dengan Rezeki yang Sulit Berkumpul
Salah satu pembahasan yang paling sering muncul mengenai posisi pintu seperti ini adalah kaitannya dengan rezeki atau kekayaan.
Dalam feng shui populer, qi yang masuk dari pintu depan lalu langsung keluar melalui pintu belakang dianalogikan seperti uang yang masuk tetapi tidak bertahan lama di rumah.
Namun, kaitan antara posisi pintu dan kondisi finansial tersebut merupakan kepercayaan dalam feng shui, bukan hubungan sebab-akibat yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Bahkan beberapa praktisi feng shui modern membedakan antara tafsir tradisional mengenai "wealth escaping" dan kondisi nyata seperti sirkulasi udara, pandangan yang terlalu terbuka, atau jalur rumah yang terasa seperti lorong.
4. Aliran Rumah Terasa Terlalu Lurus
Pintu depan yang dapat langsung melihat pintu belakang membuat area dalam rumah memiliki satu garis pandang yang panjang.
Dalam feng shui, kondisi seperti ini dipandang kurang ideal karena rumah terasa seperti jalur yang mengarahkan qi langsung dari depan ke belakang.
Selain aspek tradisional tersebut, tata letak seperti ini juga dapat membuat pandangan dan pergerakan orang otomatis tertuju ke bagian belakang rumah.
Sejumlah panduan feng shui menyarankan adanya area transisi atau titik berhenti agar pintu masuk tidak terasa seperti lorong lurus.
5. Privasi dan Kenyamanan Bisa Berkurang
Pintu depan yang langsung mengarah ke pintu belakang juga membuat bagian belakang rumah lebih mudah terlihat dari area masuk.
Dari sisi feng shui, garis pandang yang terlalu terbuka menjadi salah satu hal yang ingin diputus.
Secara praktis, kondisi ini juga dapat berpengaruh pada privasi dan kenyamanan penghuni.
Terlebih bila pintu belakang berupa pintu kaca atau bukaan besar, pandangan dari luar dapat masuk lebih jauh ke area rumah.
Cara Mengatasi Pintu Depan yang Lurus dengan Pintu Belakang
Dalam praktik feng shui, salah satu cara yang umum digunakan adalah membuat penghalang visual di antara kedua pintu.
Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut.
- Partisi atau sekat untuk memutus garis pandang langsung.
- Kabinet atau konsol sebagai titik transisi di area antara kedua pintu.
- Tanaman yang ditempatkan di area yang tidak mengganggu jalur berjalan.
- Karpet untuk memberikan perubahan visual pada jalur masuk.
- Tirai bila pintu belakang berupa pintu kaca atau memiliki bukaan lebar.
Tujuannya bukan menutup akses keluar-masuk, melainkan membuat garis pandang dan jalur dari pintu depan ke belakang tidak terlalu lurus.
Beberapa sumber feng shui memang merekomendasikan sekat, furnitur, tanaman, atau elemen interior lain untuk memecah garis tersebut.
Perlu diingat, pembahasan mengenai efek pintu depan lurus tembus ke pintu belakang berasal dari tradisi dan praktik feng shui, sehingga tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang akan mengalami kerugian finansial, masalah kesehatan, atau kesialan.