-
Gerakan usus alami menjadi penyebab perut bunyi kencang padahal tidak lapar.
-
Penumpukan gas memicu masalah perut bunyi kencang padahal tidak merasa lapar.
-
Stres berlebih memicu terjadinya perut bunyi kencang padahal tidak sedang lapar.
Suara.com - Anda pasti pernah salah tingkah ketika perut tiba-tiba berbunyi kencang padahal Anda sama sekali tidak merasa lapar.
Perut bunyi "krucuk-krucuk" atau mirip air mengalir ini sering kali bikin awkward, terutama kalau lagi berada di tempat umum yang sepi.
Dalam dunia medis dilansir dari laman resmi Rumah Sakit Ciputra, suara perut ini dikenal dengan istilah borborygmi.
Bunyi tersebut sebenarnya muncul saat otot-otot saluran pencernaan berkontraksi untuk menggerakkan makanan, cairan, serta gas di dalam usus.
Menariknya, proses ini tetap aktif berjalan meskipun perut Anda sedang kosong.
Lantas, apa saja sih yang membuat perut tetap berbunyi padahal kamu tidak sedang kelaparan? Yuk, intip deretan penyebabnya berikut ini!

1. Gerakan Normal Saluran Pencernaan
Lambung dan usus memiliki gerakan meremas secara alami yang disebut peristaltik untuk mendorong isi pencernaan dari satu bagian ke bagian berikutnya.
Kombinasi antara udara, cairan, dan isi usus yang bergerak inilah yang kemudian menghasilkan bunyi.
Selama tidak disertai nyeri atau gejala mengganggu lainnya, hal ini sangat wajar.
2. Penumpukan Gas di Dalam Saluran Cerna
Gas yang bergerak di dalam usus juga kerap memicu bunyi dari perut.
Gas ini bisa bertambah akibat kebiasaan sepele, seperti makan terlalu cepat, sering minum pakai sedotan, mengunyah permen karet, atau gemar mengonsumsi minuman bersoda.
Biasanya, kondisi ini juga disertai perut kembung atau sering kentut.
3. Efek Makanan dan Minuman Tertentu
Beberapa jenis makanan terbukti bisa meningkatkan aktivitas pencernaan atau memproduksi lebih banyak gas.
Contohnya makanan tinggi serat, kacang-kacangan, kol, brokoli, hingga minuman bersoda. Bagi sebagian orang, masalah intoleransi, seperti intoleransi laktosa pada produk susu juga membuat usus bergejolak karena fermentasi bakteri menghasilkan gas berlebih.
4. Stres dan Kecemasan Berlebih
Hubungan antara otak dan saluran pencernaan ternyata sangat erat (gut-brain axis).
Saat cemas atau tertekan, tubuh dapat memicu kontraksi otot usus yang lebih cepat, sehingga bunyi perut, kembung, hingga mulas bisa datang lebih sering.
5. Kebiasaan Menelan Udara
Tanpa disadari, kebiasaan makan terburu-buru, berbicara sambil makan, atau merokok bisa membuat lebih banyak udara ikut tertelan masuk ke saluran pencernaan.
Udara yang terperangkap ini kemudian bergerak bersama cairan dan memicu bunyi krucuk-krucuk yang mengganggu.
6. Aktivitas Usus yang Terlalu Lambat atau Cepat
- Usus Lambat (Hypoactive): Aktivitas usus yang jarang bergerak bisa memicu sembelit dan membuat perut sesekali berbunyi karena makanan lebih lama dicerna.
- Usus Terlampau Aktif (Hyperactive): Biasanya terjadi setelah makan besar, atau ketika kamu sedang mengalami diare dan gangguan pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS).
Secara umum, bunyi perut bukanlah tanda bahaya. Namun, jika bunyi perut terus-menerus terjadi dan disertai gejala lain seperti nyeri hebat, kram perut, mual, muntah, perubahan pola buang air besar, atau diare, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.