- Produsen mencantumkan tanggal kedaluwarsa atau simbol PAO pada kemasan produk pelindung kulit untuk menunjukkan batas waktu penggunaan.
- Produk yang rusak menunjukkan perubahan fisik seperti pemisahan tekstur, perubahan warna, aroma menyengat, serta sulit meresap ke kulit.
- Penggunaan produk kedaluwarsa menghilangkan efektivitas perlindungan dan meningkatkan risiko kulit terbakar serta kanker kulit akibat paparan matahari.
Suara.com - Sunscreen atau tabir surya merupakan salah satu produk skincare yang penting digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV). Namun, seperti produk perawatan kulit lainnya, sunscreen juga memiliki masa simpan.
Menggunakan sunscreen yang sudah kedaluwarsa dapat membuat perlindungan terhadap sinar UV tidak lagi optimal.
Karena itu, penting mengetahui tanda sunscreen sudah kedaluwarsa dan bahayanya jika tetap dipakai.
Tidak hanya melihat tanggal kedaluwarsa, perubahan pada tekstur, warna, hingga aroma juga dapat menjadi petunjuk bahwa produk sebaiknya tidak lagi digunakan.
Tanda-Tanda Sunscreen Sudah Kedaluwarsa
Produsen biasanya mencantumkan tanggal kedaluwarsa (expiration date) atau simbol Period After Opening (PAO) pada kemasan, seperti 6M atau 12M, yang menandakan batas waktu penggunaan setelah kemasan dibuka.
Namun, jika tulisan tersebut pudar, kamu bisa mengenali perubahan fisik pada produk melalui beberapa indikator utama.

- Perubahan Tekstur dan Konsistensi: Formula sunscreen yang kedaluwarsa umumnya mengalami pemisahan bahan. Cairan minyak dan air akan terpisah, atau teksturnya berubah menjadi menggumpal, terlalu cair, kental berlebih, hingga terasa kasar saat diusapkan.
- Perubahan Warna: Warna produk yang semula putih bersih atau krem dapat berubah menjadi kekuningan, keruh, atau kecokelatan akibat proses oksidasi.
- Bau yang Menyengat atau Aneh: Formulasi yang rusak sering kali mengeluarkan aroma asam, tengik, atau bau kimia yang tercium berbeda dari saat pertama kali dibeli.
- Sulit Meresap: Saat diusapkan ke kulit, sunscreen yang rusak terasa licin tak berkesudahan, meninggalkan lapisan lengket yang tidak nyaman, atau justru langsung menggumpal (pilling).
Bahaya Tetap Menggunakan Sunscreen Kedaluwarsa
Saat sunscreen kedaluwarsa, kandungan bahan aktif di dalamnya tidak lagi efektif. Artinya, perlindungan terhadap sinar UV yang seharusnya didapatkan dari sunscreen kemungkinan besar sudah hilang.
Melansir dari laman Mayo Clinic, menggunakan tabir surya yang telah kedaluwarsa meningkatkan risiko penggunanya mengalami:
- Kulit terbakar sinar matahari (sunburn)
- Kerusakan kulit akibat sinar matahari
- Kanker kulit
Perlu digarisbawahi, bukan tabir surya itu sendiri yang menyebabkan dampak buruk tersebut, melainkan durasi waktu yang kamu habiskan di bawah sinar matahari tanpa perlindungan.
"Banyak orang mengira tabir surya membuat mereka kebal (dari bahaya sinar matahari), namun jika produk tersebut sudah lama atau kedaluwarsa, kamu justru rentan mengalami kulit terbakar karena efektivitasnya sudah hilang," tegas Dr. Anderson Sutton, dikutip dari laman Mayo Clinic.
Demikian penjelasan soal tanda dan bahaya memakai sunscreen kedaluwarsa. Sebaiknya selalu periksa kondisi sunscreen milikmu secara berkala sebelum mengaplikasikannya ke wajah dan tubuh.
Jika sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan tekstur, bau, atau telah melewati tanggal kedaluwarsa, segera buang dan ganti dengan yang baru demi menjaga kesehatan serta kecantikan kulitmu.