- Simpan makeup di tempat kering, teduh, tertutup rapat, serta hindari kelembapan kamar mandi dan sinar matahari langsung.
- Bersihkan alat rias secara rutin dan perhatikan masa kedaluwarsa atau simbol PAO agar produk tidak rusak.
- Segera buang kosmetik jika mengalami perubahan bau, tekstur, warna, berjamur, atau memicu iritasi pada kulit.
Suara.com - Makeup bukan hanya perlu digunakan dengan teknik yang tepat, tetapi juga harus disimpan dengan benar agar kualitas produknya tetap terjaga.
Setiap produk kosmetik memiliki formula yang berbeda sehingga kondisi penyimpanannya juga perlu diperhatikan agar bisa bertahan lama.
Sayangnya, masih banyak orang menyimpan makeup di tempat yang sebenarnya kurang ideal, sehingga produk cepat rusak.
Lalu, apa saja kesalahan cara menyimpan makeup yang sebaiknya mulai dihindari?
Kesalahan Menyimpan Makeup yang Perlu Diperhatikan

Menurut laman Artisan & Artist, Wander Beauty, dan Cosmopolitan Indonesia, ada beberapa kebiasaan penyimpanan makeup yang perlu diperhatikan. Berikut penjelasannya.
1. Menyimpan Makeup di Kamar Mandi
Kamar mandi memang terlihat praktis sebagai tempat menyimpan makeup karena mudah dijangkau setelah mandi atau bersiap.
Namun, Wander Beauty menyebut kelembapan di kamar mandi dapat membuat kosmetik lebih cepat rusak, sementara Artisan & Artist menjelaskan perubahan suhu dan kelembapan dapat mempercepat kerusakan formula.
Cara yang Benar
Sebaiknya simpan sebagian besar koleksi makeup di tempat yang kering dan sejuk, seperti laci kamar atau lemari yang jauh dari sumber panas.
2. Membiarkan Makeup Terkena Sinar Matahari Langsung
Meletakkan makeup di dekat jendela atau membawanya lalu meninggalkannya di dalam mobil merupakan kebiasaan yang perlu dihindari.
Menurut Wander Beauty, paparan sinar matahari dapat membuat formula lebih cepat rusak, sedangkan Artisan & Artist menyebut sinar UV juga dapat memudarkan pigmen dan memengaruhi bahan pengawet tertentu.
Cara yang Benar
Pilih tempat penyimpanan yang teduh dan tidak terkena cahaya matahari secara langsung.
3. Tidak Membersihkan Makeup dan Alat Rias
Makeup yang kotor atau alat rias yang tidak dibersihkan dapat menjadi tempat menumpuknya residu dan kotoran.
Cosmopolitan Indonesia mengingatkan bahwa menyimpan produk maupun makeup tools dalam kondisi kotor dapat memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang.
Cara yang Benar
Kuas dan spons sebaiknya dibersihkan secara rutin dan dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan.
4. Lupa Menutup Makeup dengan Rapat
Setelah menggunakan foundation, maskara, lip product, atau kosmetik lainnya, jangan lupa memasang kembali tutupnya dengan benar.
Cosmopolitan Indonesia menyebut kebiasaan membiarkan wadah tidak tertutup dapat membuat produk lebih mudah mengering sekaligus membuka peluang masuknya debu dan kontaminan.
Selain itu, Artisan & Artist menyarankan agar produk diaplikasikan menggunakan tangan atau alat yang bersih serta tidak menambahkan air maupun air liur untuk mengencerkan makeup yang mengering.
5. Menyimpan Makeup Terlalu Lama
Makeup juga memiliki masa penggunaan sehingga tidak sebaiknya disimpan tanpa memperhatikan tanggal kedaluwarsa atau masa setelah dibuka.
Artisan & Artist menjelaskan bahwa perubahan bau, warna, tekstur, atau formula yang tidak lagi menyatu dapat menjadi tanda produk sudah waktunya dibuang.
Perhatikan pula simbol PAO pada kemasan, yaitu gambar wadah terbuka dengan angka seperti 12M atau 24M yang menunjukkan masa penggunaan setelah produk dibuka.
Jika makeup sudah melewati masa penggunaan atau menunjukkan perubahan yang mencurigakan, sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan.
Ciri-Ciri Produk Makeup Sudah Rusak

Produk makeup yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa memang sebaiknya tidak digunakan lagi. Namun, kondisi produk juga dapat berubah sebelum tanggal tersebut apabila penyimpanannya kurang tepat atau kemasannya sudah tidak mampu melindungi formula.
Menurut The Established dan LaoDong, berikut ciri-ciri produk makeup sudah rusak yang perlu diwaspadai:
1. Bau Produk Berubah
Perubahan aroma menjadi salah satu tanda yang cukup mudah dikenali. Jika makeup yang sebelumnya tidak berbau atau memiliki aroma tertentu tiba-tiba mengeluarkan bau asam, tengik, kimiawi, atau bau aneh lainnya, sebaiknya hentikan penggunaannya.
Perubahan aroma dapat berkaitan dengan oksidasi atau pertumbuhan mikroorganisme. Kondisi ini dapat terjadi meskipun tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan belum terlewati.
2. Tekstur Menjadi Aneh
Perhatikan apakah tekstur makeup masih sama seperti ketika pertama kali dibuka. Produk yang tiba-tiba menjadi terlalu cair, sangat kental, menggumpal, berpasir, lengket, atau terpisah menjadi beberapa lapisan dapat menjadi tanda formulanya sudah tidak stabil.
Pada produk krim atau cair, perubahan tersebut juga dapat terlihat ketika formula tidak lagi menyatu setelah dikocok atau diaduk. Jika kondisinya berbeda jauh dari tekstur semula, sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan.
3. Warna Berubah
Perubahan warna yang cukup mencolok juga perlu diwaspadai, terutama jika terjadi tanpa alasan yang jelas. Perubahan warna dapat terjadi akibat oksidasi atau kerusakan bahan tertentu dalam formula.
Contohnya, produk yang awalnya berwarna cerah kemudian berubah menjadi jauh lebih gelap atau kecokelatan. Jika perubahan tersebut disertai perubahan bau atau tekstur, sebaiknya produk tidak lagi digunakan.
4. Muncul Jamur atau Lapisan yang Tidak Biasa
Kemunculan jamur, bintik, lapisan putih, atau perubahan permukaan yang tidak terdapat saat produk pertama kali dibuka merupakan tanda yang perlu diperhatikan. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya perubahan atau kontaminasi pada produk.
Jangan mencoba menghilangkan bagian yang terlihat rusak lalu menggunakan sisa produknya. Lebih aman membuang produk apabila sudah menunjukkan tanda kontaminasi yang jelas.
5. Menimbulkan Reaksi pada Kulit
Makeup yang sebelumnya cocok digunakan tetapi tiba-tiba menyebabkan kemerahan, iritasi, munculnya jerawat, atau reaksi kulit lainnya juga patut dicurigai.
Reaksi seperti iritasi, kemerahan, breakout, dan masalah kulit lainnya sebagai tanda untuk menghentikan penggunaan produk.
Jika reaksi muncul setelah menggunakan kosmetik yang sudah mengalami perubahan bau, warna, atau tekstur, jangan mengabaikannya hanya karena produk belum melewati tanggal kedaluwarsa.
Kondisi kulit dapat menjadi salah satu petunjuk bahwa produk tersebut sudah tidak cocok atau telah mengalami perubahan.