- Hamzah Batik di Jalan Margo Mulyo Yogyakarta mengalami kebakaran pada Senin 28 September 2026 dini hari.
- Bangunan pusat oleh-oleh tersebut sebelumnya pernah mengalami musibah kebakaran serupa pada tahun 2004 silam.
- Pendiri usaha yaitu Hamzah Sulaiman telah meninggal dunia pada 23 April 2025 di usia 75 tahun.
Suara.com - Hamzah Batik Malioboro kembali dilanda kebakaran pada Senin (28/9/2026) dini hari. Peristiwa ini menjadi perhatian karena lokasi tersebut ternyata pernah mengalami musibah serupa ketika masih menggunakan nama Mirota Batik pada 2004.
Kebakaran terbaru dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Api terlihat dari bagian atas bangunan Hamzah Batik yang berada di Jalan Margo Mulyo No. 9, tepat di depan Pasar Beringharjo, kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Salah seorang petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi mengatakan sempat terdengar suara seperti ledakan sebelum asap hitam terlihat dari bagian atas bangunan. Dugaan korsleting listrik sempat muncul dari keterangan awal di lokasi, tetapi penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Lantas, bagaimana sejarah Hamzah Batik Malioboro dan siapa sosok yang berada di balik berdirinya usaha tersebut?
![Toko legendaris Hamzah Batik Malioboro. [bidikan layar Google Street View]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/28/53579-toko-legendaris-hamzah-batik-malioboro.jpg)
Pernah Terbakar pada 2004
Kebakaran pada 2026 bukanlah kali pertama bangunan yang kini dikenal sebagai Hamzah Batik tersebut mengalami musibah kebakaran.
Dalam sejarah resmi perusahaan, Mirota Batik tercatat mengalami kebakaran pada 2004. Setelah kejadian tersebut, kegiatan operasional untuk sementara dipindahkan ke Mirota Gallery di Jalan Malioboro sambil menunggu renovasi bangunan.
Catatan pada 2012 menyebut kebakaran tersebut membuat seluruh isi Mirota Batik ludes. Hamzah Sulaiman kemudian berupaya membangun kembali usahanya. Dalam waktu sekitar satu tahun, gedung Mirota Batik kembali berdiri dan kemudian berkembang menjadi pusat belanja batik dan kerajinan.
Situs resmi Hamzah Batik juga mencatat bahwa gedung baru selesai dibangun pada 2005, dengan tiga lantai dan luas bangunan sekitar 802 meter persegi.
Artinya, kebakaran terbaru pada 2026 terjadi sekitar 22 tahun setelah kebakaran besar yang pernah dialami ketika masih bernama Mirota Batik.
Dari Tiga Stand Menjadi Hamzah Batik
Jauh sebelum menjadi salah satu pusat oleh-oleh di Malioboro, usaha tersebut bermula dari skala yang jauh lebih kecil.
Menurut sejarah resmi perusahaan, Mirota Batik didirikan pada 1979 dengan konsep awal “Malioboro Baru”, berupa pasar kecil yang terdiri dari beberapa kios atau stand.
Hamzah memulai usaha tersebut dengan menyewa tiga stand untuk menjual produk batik dan kerajinan tangan. Usaha itu kemudian berkembang hingga menjadi pusat batik dan oleh-oleh yang dikenal wisatawan di Yogyakarta.
Nama Mirota sendiri memiliki sejarah lebih panjang. Nama tersebut berasal dari usaha milik orang tua Hamzah di kawasan Kotabaru dan merupakan singkatan dari Minuman, Roti, dan Tawar.
Dalam perkembangannya, Mirota Batik kemudian berganti nama menjadi Hamzah Batik sebagai bentuk penghormatan kepada pendirinya.
Siapa Hamzah Sulaiman?
![Hamzah Sulaiman (Raminten) meninggal dunia (kolase X dan Instagram/@houseoframinten]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/24/75434-hamzah-sulaiman-raminten-meninggal-dunia.jpg)
Sosok di balik perjalanan Hamzah Batik adalah Hamzah Sulaiman, yang memiliki nama lengkap Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Tanoyo Hamiji Nindyo.
Hamzah merupakan pengusaha sekaligus seniman asal Yogyakarta. Ia merupakan generasi kedua keluarga Grup Mirota dan bersama saudara-saudaranya mengembangkan usaha yang diwariskan orang tua mereka.
Hamzah kemudian mengembangkan Mirota Batik di kawasan Malioboro. Selain berbisnis, ia juga memiliki ketertarikan kuat terhadap seni dan budaya Jawa.
Di dunia seni peran, Hamzah dikenal dengan nama Raminten. Ia pernah tampil dalam ketoprak komedi sebagai karakter perempuan Jawa bernama Raminten. Nama tersebut kemudian digunakan untuk sejumlah usaha kuliner yang dibangunnya, termasuk The House of Raminten.
Hamzah juga dikenal membawa unsur budaya Jawa ke dalam bisnisnya. Situs resmi Hamzah Batik menyebut perusahaan tersebut memiliki visi sebagai pusat aksi, atraksi, dan edukasi budaya Jawa.
Hamzah Sulaiman Meninggal pada 2025
Hamzah Sulaiman meninggal dunia pada 23 April 2025 dalam usia 75 tahun. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan kerabatnya. Setelah kepergiannya, sejumlah unit usaha yang didirikannya tetap beroperasi dan dikelola oleh keluarga serta manajemen.
Sebelumnya, Hamzah memang telah menyerahkan pengelolaan bisnis kepada putra-putrinya setelah pensiun dari kegiatan bisnis. Informasi tersebut tercantum dalam profil Hamzah yang dipublikasikan Hamzah Batik.
Karena itu, dalam konteks kebakaran 2026, Hamzah Sulaiman lebih tepat disebut sebagai pendiri dan sosok penting dalam sejarah Hamzah Batik, bukan sebagai pemilik pribadi yang masih menjalankan bisnis tersebut saat ini.
Hamzah Batik Kini
Saat ini, bisnis tersebut berada di bawah PT Hamzah HS. Perusahaan ini mengembangkan berbagai usaha yang berkaitan dengan ritel, kuliner, penginapan, hiburan, serta kegiatan yang mengangkat budaya Yogyakarta.
Hamzah Batik Malioboro sendiri dikenal sebagai pusat oleh-oleh dan produk khas Yogyakarta. Situs resminya mencatat sejumlah produk yang dijual, mulai dari batik, camilan tradisional, jamu, kerajinan tangan, hingga busana.
Kebakaran yang terjadi pada 28 September 2026 kini menambah catatan panjang perjalanan tempat tersebut. Setelah pernah terbakar pada 2004 dan dibangun kembali, Hamzah Batik kembali menghadapi kebakaran lebih dari dua dekade kemudian.
Hingga laporan terbaru, penyebab pasti kebakaran dan nilai kerugian masih menunggu pendataan serta penyelidikan dari pihak berwenang.