El Nino Makin Parah, Nunas Nede jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Mata Air

Bimo Aria Fundrika

Senin, 28 September 2026 | 11:52 WIB
El Nino Makin Parah, Nunas Nede jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Mata Air
Tradisi Nunas Nede Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (dok.Instagram/@budayasasambo)

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyoroti fenomena El Nino sangat kuat sedang berlangsung. Hal ini mengakibatkan musim hujan di Indonesia mengalami kemunduran dari rata-rata klimatologis. 

Melansir laman resmi BMKG, Jumat (25/9), Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memaparkan pemantauan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik pada akhir Agustus 2026 yang menandakan El Nino sangat kuat.

"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD (Indian Ocean Dipole) yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia," tegas Faisal.

Melihat kondisi tersebut membuat persoalan mengenai ketersediaan air semakin penting, terutama masyarakat yang kehidupannya bergantung pada pertanian. 

Bagi masyarakat Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, hubungan air dengan kehidupan pertanian tecermin dalam tradisi Nunas Nede.

Tradisi tersebut telah diwariskan dari para leluhur dan diyakini sebagai bentuk permohonan agar hujan turun serta tanah kembali subur.

Akan tetapi, Nunas Nede ini tidak sekadar membahas tentang permohonan hujan. 

Mengutip penelitian yang terbit di jurnal Bastrindo dengan judul "Makna Simbol dalam Tradisi Ritual Nunas Nede di Desa Kesik, Lombok Timur: Kajian Interpretatif Simbolik", menunjukkan bahwa mata air memiliki kedudukan penting dalam rangkaian ritual tersebut.

Prosesi Nunas Nede dilakukan di sejumlah mata air yang dianggap sebagai sumber kehidupan sekaligus sumber irigasi sawah masyarakat Desa Kesik.

baca juga

Salah satu bagian penting dalam tradisi tersebut adalah prosesi nyawik mata air. Masyarakat setempat menandai kawasan mata air menggunakan simbol-simbol adat beriringan dengan memanjatkan harapan atau doa agar sumber air tetap lestari.

Proses Nunas Nede dilaksanakan di lima mata air yang telah disakralkan oleh masyakat Desa Kesik, yakni Kemalik Mertak Sari, Kemaik Lengkok Goak, Kemalik Tirta Ratu, Kemalik Lingkok Rambak, dan Kemalik Lengkok Telu.

Kemalik sendiri ternyata memiliki arti sebagai tempat yang disakralkan, karena dipandang sebagai pusat kekuatan bumi. Kelima mata air tersebut sangat penting agar sumber air tetap mampu menopang kehidupan mereka.

Makna tersebut juga telihat dari pelaksanaan Nunas Nede yang masih terus dilestarikan hingga kini. 

Bahkan masyarakat Desa Kesik tengah terus berupaya menjaga keberadaan mata air yang menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian.

Mereka melakukan beberapa aksi nyata untuk menjaga kawasan mata air, termasuk membersihkan sumber air sekaligus menanam pohon di sekitar kawasan tersebut. 

Praktik yang dilakukan ini merupakan bagian dari cara masyarakat menunjukkan penghormatan terhadap mata air sekaligus mempertahankan eksistensinya.

Demikian, tradisi Nunas Nede dimaknai sebagai sumber kehidupan. Di sisi lain, kegiatan nyawik menjadi simbol dari upaya masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan alam.

Ini membuktikan bahwa permohonan hujan dalam Nunas Nede tidak berdiri sendirian. Di baliknya terdapat kesadaran mengenai pentingnya menjaga sumber air yang sudah tersedia di lingkungan sekitar.

Ditambah lagi dengan kondisi iklim belakangan ini yang membuat periode kekeringan berpotensi berlangsung lebih panjang sehingga menimbulkan tekanan terhadap ketersediaan air.

Mata air bukan hanya menjadi bagian dari lanskap alam, tetapi juga menampung berbagai aktivitas masyarakat melalui sistem pengairan sawah.

Tradisi Nunas Nede kemudian ditujukan sebagai bukti bahwa pengetahuan mengenai peran penting air bisa diwariskan dari generasi ke generasi melalui praktik budaya.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui cerita atau kepercayaan semata, melainkan turut diwujudkan melalui tindakan merawat dan melindungi kawasan mata air.

Meski begitu, perlu ditekankan bahwa Nunas Nede tidak otomatis membuat persoalan perubahan iklim ini selesai dalam sekejap. 

Tradisi ini lebih tepatnya dilihat sebagai bentuk kearifan lokal yang memperlihatkan hubungan masyarakat dengan sumber daya alam di sekitarnya.

Di tengah musim hujan yang diproyeksikan mengalami kemunduran jadwal, isyarat mengenai pentingnya menjaga mata air semakin relevan.

Bagi masyarakat Desa Kesik, air bukan hanya sesuatu yang ditunggu ketika hujan datang. Di dalamnya ada sumber kehidupan yang harus dirawat, dilindungi, dan dilestarikan bersama-sama.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

Belajar dari Pohon Clusia, Ilmuwan Ungkap Cara Tanaman Hemat Air Hadapi Kekeringan

Belajar dari Pohon Clusia, Ilmuwan Ungkap Cara Tanaman Hemat Air Hadapi Kekeringan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Siap Tahan Napas! Film Dont Breathe 3 Resmi dalam Pengerjaan

Siap Tahan Napas! Film Dont Breathe 3 Resmi dalam Pengerjaan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:50 WIB

Setting Powder Bisa Jadi Finishing Powder? Kenali Perbedaannya agar Gak Salah Pakai

Setting Powder Bisa Jadi Finishing Powder? Kenali Perbedaannya agar Gak Salah Pakai

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:49 WIB

Moisturizer Scora untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihannya Lengkap dengan Review Pembeli

Moisturizer Scora untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihannya Lengkap dengan Review Pembeli

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:47 WIB

Jelang Hadapi Malaysia, John Herdman Terima Kabar Buruk dari Jerman

Jelang Hadapi Malaysia, John Herdman Terima Kabar Buruk dari Jerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 11:47 WIB

Motul Perkuat Komitmen Kompetensi Bengkel Lokal di Indonesia

Motul Perkuat Komitmen Kompetensi Bengkel Lokal di Indonesia

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 11:44 WIB

MTI Dukung Rencana KAI Impor KRL Bekas Jepang, Ini Alasannya

MTI Dukung Rencana KAI Impor KRL Bekas Jepang, Ini Alasannya

News | Senin, 28 September 2026 | 11:43 WIB

9 Pilihan E-MTB Sepeda Gunung Listrik United dan Polygon Terbaik Tahun Ini

9 Pilihan E-MTB Sepeda Gunung Listrik United dan Polygon Terbaik Tahun Ini

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:41 WIB

Greenpeace: BPGMN Akan Sia-sia Tanpa Komitmen Lindungi Gambut

Greenpeace: BPGMN Akan Sia-sia Tanpa Komitmen Lindungi Gambut

News | Senin, 28 September 2026 | 11:41 WIB

Panen Cuan Konser Musik, Jakarta Raup Rp250 Miliar Hanya dalam Dua Hari

Panen Cuan Konser Musik, Jakarta Raup Rp250 Miliar Hanya dalam Dua Hari

News | Senin, 28 September 2026 | 11:36 WIB

Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun

Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun

News | Senin, 28 September 2026 | 11:36 WIB

×