- Fluktuasi hormon selama masa perimenopause menyebabkan kulit wanita menjadi kering, sensitif, kendur, serta memunculkan flek hitam.
- Wanita dapat mengatasi perubahan kulit tersebut dengan menggunakan pelembap tepat, tabir surya, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
- Menerapkan gaya hidup sehat serta berkonsultasi dengan dokter kulit membantu menjaga kesehatan kulit selama masa transisi.
Suara.com - Masa perimenopause merupakan fase transisi menuju menopause yang dialami oleh setiap wanita.
Selama periode ini, fluktuasi dan penurunan kadar hormon dalam tubuh tidak hanya memengaruhi siklus menstruasi dan suasana hati, tetapi juga memberikan efek yang nyata pada kesehatan kulit.
Memahami efek perimenopause pada kulit sangat penting agar wanita dapat mendeteksi perubahan sejak dini dan melakukan perawatan yang tepat guna menjaga kulit tetap sehat, kencang, dan bercahaya.
Efek perimenopause pada kulit dapat terlihat melalui berbagai perubahan.
Lantas, apa saja tanda perubahan kulit saat perimenopause dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasan lengkapnya.
Efek dan Tanda-Tanda Perimenopause pada Kulit
Menjelang menopause, perubahan hormonal berimbas pada struktur dan fungsi kulit. Berikut adalah beberapa tanda umum yang sering muncul pada kulit wanita di masa perimenopause, dirangkum dari laman Hello Sehat.
Kulit Menjadi Sangat Kering dan Sensitif
Penurunan kadar hormon estrogen menurunkan produksi minyak alami (sebum) dan asam hialuronat pada kulit. Akibatnya, kulit menjadi lebih cepat kering, kasar, gatal, serta rentan mengalami iritasi.
Munculnya Ruam dan Rona Merah
Fase transisi ini kerap memicu hot flashes atau sensasi panas yang datang mendadak.
"Ketika wanita memasuki masa menopause, tubuh akan mengalami pengurangan jumlah estrogen. Menurunnya estrogen inilah yang dapat menimbulkan hot flash, yaitu sebuah keadaan di mana seseorang merasakan sensasi kepanasan hebat dari dalam tubuh," demikian dikutip dari laman Hello Sehat.
Fenomena inilah yang memicu rona merah atau ruam pada kulit sebagai reaksi tubuh atas perubahan suhu secara mendadak.
Kulit Menipis dan Berkurangnya Elastisitas
Produksi kolagen merosot tajam selama masa perimenopause. Hal ini menyebabkan kulit kehilangan kepadatan, tampak kendur, mudah keriput, serta lebih riskan mengalami memar atau luka.
Hiperpigmentasi dan Flek Hitam
Perubahan hormon dikombinasikan dengan paparan sinar ultraviolet (UV) selama bertahun-tahun membuat flek hitam (age spots) muncul lebih jelas di area wajah dan tangan.
Cara Mengatasi Perubahan Kulit saat Perimenopause
Meskipun perubahan kulit akibat perimenopause adalah hal yang alami, ada beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan untuk merawat dan meminimalkan dampaknya:
Gunakan Pelembap Berbahan Tepat
Gunakan pelembap ekstra yang mengandung ceramide, hyaluronic acid, atau glycerin untuk mengunci kelembapan kulit. Hindari produk perawatan kulit yang mengandung pewangi buatan atau alkohol agar tidak memicu iritasi pada kulit yang kian sensitif.
Rutin Mengaplikasikan Tabir Surya (Sunscreen)
Paparan sinar UV dapat mempercepat penuaan dini dan memperparah flek hitam. Gunakan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 setiap hari, baik saat beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan.
Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Perawatan kulit tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Minum air putih yang cukup (sekitar 2 liter per hari) sangat krusial untuk menjaga hidrasi sel-sel kulit agar tidak cepat kering.
Jaga Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat
Konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, asam lemak omega-3, dan fitoestrogen (seperti kedelai) untuk mendukung kesehatan kulit dari dalam. Kelola stres dengan baik serta hindari kebiasaan merokok yang dapat merusak kolagen kulit.
Konsultasi dengan Dokter Kulit
Jika ruam merah, gatal berlebih, atau flek hitam mengganggu kenyamanan, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit (dermatologist) untuk mendapatkan penanganan atau resep produk medis yang sesuai.
Perimenopause memang membawa berbagai tantangan bagi kesehatan kulit, mulai dari kulit kering, ruam merah, hingga penurunan elastisitas.
Namun, dengan memahami tanda-tandanya dan konsisten menerapkan gaya hidup sehat serta rutinitas perawatan kulit yang tepat, Anda tetap bisa menjaga kulit sehat, terhidrasi, dan awet muda sepanjang masa transisi ini.