Dari Lantai Pabrik ke Laku Hening, Perjalanan Guru Sabdo Roso Mengenalkan Kawruh Jawa

Yasinta Rahmawati

Senin, 28 September 2026 | 16:00 WIB
Dari Lantai Pabrik ke Laku Hening, Perjalanan Guru Sabdo Roso Mengenalkan Kawruh Jawa
Abdul Latif (Guru Sabdo Roso), pengajar kawruh Jawa asal Kediri. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Abdul Latif asal Kediri mengajarkan pengetahuan batin Jawa melalui kelas daring dan komunitas Nafas Batin.
  • Ia menerapkan pengalaman disiplin pabrik dan teknologi digital untuk menyusun latihan pernapasan serta olah rasa.
  • Latif menolak praktik instan komersial serta mewajibkan muridnya mengutamakan kemandirian dan ikhtiar medis secara berdampingan.

Suara.com - Jalan hidup Abdul Latif tidak dimulai dari padepokan. Selama sekitar enam tahun ia bekerja sebagai trainer produksi dan quality assurance di PT SIIX dan PT EPCOS TDK, dua perusahaan manufaktur asal Jepang dan Jerman. Setelah itu ia menjadi manajer proyek di sebuah software house selama kurang lebih lima tahun.

Kini pria asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu lebih dikenal dengan nama Guru Sabdo Roso. Ia mengajarkan kawruh, pengetahuan batin Jawa tentang mengenal diri, melalui kelas daring, siaran langsung, dan komunitas belajar bernama Nafas Batin.

“Di pabrik saya belajar bahwa kualitas itu tidak bisa ditempel di akhir. Ia dijaga sejak awal proses. Batin manusia juga begitu, perlu dirawat setiap hari,” tutur Latif.

Disiplin pabrik dalam olah rasa

Pengalaman bertahun-tahun mengawal alur produksi hingga pemeriksaan mutu akhir ikut membentuk cara Latif mengajar. Ia menyusun laku batin menjadi langkah sederhana yang bisa dijalankan sendiri di rumah, tanpa ritual yang rumit.

Salah satunya latihan napas yang ia sebut Nafas Roso, dengan pola tarik napas empat hitungan, tahan empat hitungan, dan buang enam hitungan. Latihan ini dipadukan dengan semedi suwung, yakni duduk hening untuk menenangkan pikiran dan mengenali gejolak rasa.

Menurut Latif, manusia memiliki badan kasar dan badan halus. Dalam badan kasar terdapat empat dorongan yang dalam tradisi Jawa disebut sedulur papat: supiah, aluamah, amarah, dan mutmainah.

“Nafsu itu tidak untuk dibunuh, tapi diemong, diasuh. Yang perlu dilebur hanya kesombongan dan rasa paling benar sendiri,” katanya.

Menolak yang serba instan

baca juga

Latif mengaku kerap menerima permintaan yang menjanjikan hasil cepat, mulai dari “buka aura” hingga pengobatan alternatif. Ia memilih menolaknya, termasuk ketika ada tawaran bayaran besar.

“Saya tidak jualan doa. Yang saya dampingi adalah prosesnya, belajar semedi dan olah rasa. Hasilnya tetap di tangan Gusti,” ujarnya.

Ia juga selalu menganjurkan murid yang sakit untuk menempuh pengobatan medis lebih dulu. Laku batin, menurutnya, berjalan berdampingan dengan ikhtiar medis, bukan menggantikannya.

Prinsip lain yang ia pegang adalah kemandirian murid. “Murid tidak boleh bergantung pada guru. Kalau seumur hidup harus datang ke guru, itu namanya guru bisnis,” kata Latif.

Memanfaatkan teknologi

Latar belakangnya di dunia teknologi membuat Latif memanfaatkan kanal digital untuk berbagi. Pada 2026 ia merilis aplikasi Nafas Batin di Google Play Store yang berisi panduan latihan napas dan pengingat laku harian.

Ia juga rutin menggelar siaran langsung di TikTok melalui akun @nafas.batin, dengan format tenang seperti radio malam. Topiknya meliputi semedi, tirakat, laku luhuring budi, hingga sangkan paraning dumadi, yakni pemahaman tentang asal dan tujuan hidup manusia.

Selain itu, Latif tengah menyiapkan buku berjudul Kawruh Pitulung melalui penerbit yang ia dirikan, Gurusabdo Pustaka. Buku itu berisi tuntunan laku harian, welas asih, dan cara belajar hening secara mandiri.

Semboyan yang ia pakai di situs resminya, gurusabdoroso.id, merangkum arah ajarannya: Laku Hening, Jernihing Roso, Luhur ing Budi.

“Harapan saya sederhana. Orang pulang ke dalam dirinya sendiri, lebih tenang, lebih welas asih, dan tetap memegang agamanya masing-masing,” pungkas Latif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menjajaki Kawruh: Seni, Desa, dan Kembali Membaca Diri dalam Biennale Jogja 18

Menjajaki Kawruh: Seni, Desa, dan Kembali Membaca Diri dalam Biennale Jogja 18

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 20:36 WIB

Mengatasi Stress Pasca Kematian Pasangan, Peran Kawruh Jiwa pada Lansia Duda

Mengatasi Stress Pasca Kematian Pasangan, Peran Kawruh Jiwa pada Lansia Duda

Your Say | Rabu, 19 Maret 2025 | 16:15 WIB

Kasus Korupsi Bupati Bangkalan, KPK Periksa Satu Saksi Hari Ini

Kasus Korupsi Bupati Bangkalan, KPK Periksa Satu Saksi Hari Ini

News | Jum'at, 16 Desember 2022 | 17:31 WIB

Terkini

Duduk Perkara Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026 Bukan karena Positif Doping

Duduk Perkara Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026 Bukan karena Positif Doping

Sport | Selasa, 29 September 2026 | 17:08 WIB

Mengenal TRIPTIS: Ruang 'Haha-Hihi' Buat Dewasa Muda yang Mulai Kehilangan Teman Nongkrong

Mengenal TRIPTIS: Ruang 'Haha-Hihi' Buat Dewasa Muda yang Mulai Kehilangan Teman Nongkrong

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:06 WIB

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

Video | Selasa, 29 September 2026 | 17:05 WIB

Bappisus: Hasil Investigasi Temuan di Lapas Cibinong Selesai Jumat Ini

Bappisus: Hasil Investigasi Temuan di Lapas Cibinong Selesai Jumat Ini

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:02 WIB

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Health | Selasa, 29 September 2026 | 17:01 WIB

10 Hari Menikah, Aktor Kentaro Sakaguchi Dilaporkan Berselisih dengan Istri

10 Hari Menikah, Aktor Kentaro Sakaguchi Dilaporkan Berselisih dengan Istri

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:00 WIB

Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

Sport | Selasa, 29 September 2026 | 16:58 WIB

'Kayak ke Salon Ada Before-After', Bappisus Cium Kejanggalan Beda Temuan di Lapas Cibinong

'Kayak ke Salon Ada Before-After', Bappisus Cium Kejanggalan Beda Temuan di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:57 WIB

John Herdman Tak Mau Larut Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia, Bangladesh Jadi Target Berikutnya

John Herdman Tak Mau Larut Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia, Bangladesh Jadi Target Berikutnya

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 16:52 WIB

BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!

BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!

Video | Selasa, 29 September 2026 | 16:52 WIB

×