- Extrait de Parfum mengandung minyak aroma 20 hingga 30 persen yang bertahan 8 hingga 12 jam lebih lama di kulit.
- Eau de Parfum memiliki konsentrasi 15 hingga 20 persen dengan daya tahan sekitar 6 hingga 8 jam untuk penggunaan harian.
- Pemilihan jenis parfum bergantung pada kebutuhan, dengan Extrait de Parfum untuk acara resmi dan Eau de Parfum untuk aktivitas fleksibel.
Suara.com - Memilih parfum tidak cukup hanya dengan mempertimbangkan aroma karena konsentrasi wewangian juga menentukan karakter dan performanya.
Extrait de Parfum dan Eau de Parfum sama-sama dikenal memiliki daya tahan yang baik, tetapi keduanya menawarkan pengalaman pemakaian yang berbeda.
Extrait de Parfum memiliki konsentrasi minyak aroma lebih tinggi sehingga wanginya cenderung lebih pekat dan bertahan lama di kulit.
Sementara itu, Eau de Parfum menawarkan keseimbangan antara ketahanan, intensitas aroma, dan fleksibilitas penggunaan sehari-hari.
Apa Itu Extrait de Parfum dan Eau de Parfum?
Extrait de Parfum atau Perfume Extract merupakan jenis parfum dengan konsentrasi minyak aroma paling tinggi, yakni sekitar 20–30 persen.
Kandungan tersebut membuat wanginya cenderung lebih dalam dan tahan lama ketika digunakan.
Meski konsentrasinya tinggi, karakter Extrait de Parfum tidak selalu berarti aromanya lebih menyengat.
Wewangiannya justru cenderung menempel lebih dekat dengan kulit sehingga menghasilkan kesan yang lebih lembut, intim, dan elegan.
Karakter tersebut membuat Extrait de Parfum cocok digunakan untuk acara resmi, ruangan tertutup, maupun situasi yang mengutamakan aroma personal dan tidak terlalu menyebar.
Sementara itu, Eau de Parfum (EDP) memiliki konsentrasi minyak aroma sekitar 15–20 persen.
Tingkat konsentrasi ini membuat EDP tetap memiliki ketahanan yang baik, tetapi karakter wanginya umumnya terasa lebih ringan dibandingkan Extrait de Parfum.
Eau de Parfum juga memiliki jangkauan aroma yang lebih terasa sehingga dapat menjadi pilihan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja hingga menghadiri acara santai.
Jenis ini kerap dipilih sebagai parfum serbaguna karena menawarkan keseimbangan antara intensitas dan daya tahan.
Extrait de Parfum dan Eau de Parfum Bagus Mana?
Tidak ada satu jenis yang mutlak lebih bagus karena pilihan antara Extrait de Parfum dan Eau de Parfum bergantung pada kebutuhan, karakter aroma yang disukai, serta situasi penggunaannya.
Beberapa perbedaan berikut dapat menjadi pertimbangan sebelum memilih:
1. Konsentrasi minyak aroma
Perbedaan paling mendasar terletak pada konsentrasi minyak aromanya. Extrait de Parfum memiliki konsentrasi sekitar 20–30 persen, sedangkan Eau de Parfum berada di kisaran 15–20 persen.
Konsentrasi yang lebih tinggi membuat Extrait de Parfum cenderung menghasilkan aroma yang lebih pekat dan memiliki ketahanan lebih panjang, sementara EDP memberikan intensitas yang lebih moderat.
2. Sillage, projection, dan longevity
Performa parfum dapat dilihat melalui tiga istilah, yaitu sillage, projection, dan longevity.
Sillage menggambarkan jejak aroma yang tertinggal setelah seseorang bergerak, projection menunjukkan seberapa jauh aroma tercium dari tubuh, sedangkan longevity berkaitan dengan lamanya parfum bertahan.
Eau de Parfum umumnya memiliki projection dan sillage yang lebih terasa, sedangkan Extrait de Parfum cenderung menghasilkan aroma yang lebih halus dan dekat dengan kulit.
Dari sisi longevity, EDP dapat bertahan sekitar 6–8 jam, sementara Extrait de Parfum dapat bertahan sekitar 8–12 jam atau lebih berdasarkan karakter formulanya.
3. Cara penggunaan
Extrait de Parfum memiliki konsentrasi tinggi sehingga penggunaannya tidak perlu berlebihan. Beberapa titik pada area seperti pergelangan tangan atau leher dapat digunakan untuk mendapatkan aroma yang cukup.
Eau de Parfum lebih fleksibel untuk pemakaian sehari-hari karena dapat diaplikasikan pada beberapa area tubuh tanpa memberikan kesan terlalu berat.
Karakter tersebut membuat EDP cocok digunakan untuk bekerja, bepergian, maupun hangout.
Jadi, Extrait de Parfum lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan aroma pekat, intim, dan ketahanan panjang, sedangkan Eau de Parfum dapat dipilih untuk penggunaan yang lebih fleksibel dengan keseimbangan antara aroma dan daya tahan.