- Primbon Jawa memuat berbagai tafsir mengenai lidah atau bibir tergigit saat makan.
- Kejadian tersebut dipercaya sebagai pertanda datangnya kabar, rezeki, atau pertemuan dengan seseorang.
- Secara medis, lidah atau bibir tergigit disebabkan oleh kurang fokus atau makan terlalu cepat.
Suara.com - Lidah atau bibir tergigit saat makan bisa terjadi secara tidak sengaja dan menimbulkan rasa nyeri yang cukup mengagetkan.
Kejadian sederhana ini ternyata sering dikaitkan dengan berbagai pertanda dalam kepercayaan masyarakat Jawa.
Dalam primbon Jawa, posisi bagian mulut yang tergigit dipercaya dapat memiliki tafsir yang berbeda-beda.
Sebagian maknanya dikaitkan dengan kabar, pertemuan, hingga seseorang yang sedang memikirkan kita.
Meski begitu, tafsir tersebut merupakan bagian dari kepercayaan turun-temurun dan bukan sesuatu yang dapat dibuktikan secara ilmiah.
Apa arti lidah atau bibir tergigit saat makan menurut primbon Jawa? Berikut penjelasannya.
Arti Lidah Tergigit Saat Makan
1. Jadi Bahan Pembicaraan
Lidah yang tiba-tiba tergigit dipercaya sebagai pertanda bahwa seseorang sedang membicarakan kita.
Jika bagian depan lidah yang tergigit, sebagian kepercayaan mengaitkannya dengan pembicaraan yang baik, sedangkan bagian belakang dianggap berkaitan dengan pembicaraan kurang menyenangkan.
- Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya
Baca Juga
2. Akan Mendapat Kabar
Lidah tergigit juga dipercaya menjadi pertanda datangnya kabar dalam waktu dekat.
Dalam sejumlah tafsir, lidah bagian kanan yang tergigit dikaitkan dengan kabar baik, sementara bagian kiri dipercaya membawa kabar yang kurang menyenangkan.
3. Pengingat agar Menjaga Ucapan
Kejadian ini juga dapat dimaknai sebagai pengingat untuk lebih berhati-hati ketika berbicara.
Kepercayaan tersebut mengajarkan agar seseorang tidak terburu-buru mengeluarkan perkataan yang berpotensi menyakiti orang lain.