- SKHB IPB University dan PT Evo Continental Trade menandatangani kerja sama penelitian nutrisi kucing di Bogor pada Jumat (2/10/2026).
- Kerja sama tersebut berfokus pada uji nutrisi, kecernaan, formulasi pakan, serta pengembangan produk makanan hewan berbasis riset ilmiah.
- Kolaborasi ini juga mencakup program pendidikan mahasiswa, magang industri, serta edukasi kesehatan hewan untuk masyarakat luas.
Suara.com - Buat pemilik kucing, melihat anabul lahap menyantap makanannya tentu bikin senang. Tapi, apakah makanan kucing yang disukai otomatis sudah sesuai dengan kebutuhan nutrisinya?
Pertanyaan seperti ini menjadi bagian dari hal yang perlu diperhatikan ketika memilih makanan untuk kucing. Selain soal selera, kandungan nutrisi, daya cerna, dan kebutuhan kesehatan hewan juga ikut menentukan kualitas pakan.
Untuk mendorong pemahaman yang lebih berbasis riset, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menjalin kerja sama dengan PT Evo Continental Trade (EVOCAT) dalam pengembangan penelitian nutrisi dan kesehatan hewan kesayangan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Evo Continental Trade dan IPB University, yang kemudian dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama SKHB IPB. Penandatanganan berlangsung di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jumat (2/10/2026).

Salah satu fokus yang akan dikembangkan adalah penelitian mengenai nutrisi hewan kesayangan, termasuk kucing. Penelitiannya dapat mencakup uji palatabilitas, uji kecernaan atau digestibility, feeding trial, kajian formulasi nutrisi, hingga pengujian laboratorium.
Sederhananya, penelitian tersebut tidak hanya melihat apakah kucing mau memakan suatu produk, tetapi juga bagaimana makanan tersebut dicerna dan bagaimana kandungan nutrisinya.
Kucing Punya Kebutuhan Nutrisi yang Perlu Diperhatikan
Kucing memang punya preferensi masing-masing soal makanan. Ada yang langsung lahap, ada pula yang cukup pemilih.
Namun, selera bukan satu-satunya hal yang perlu menjadi pertimbangan. Makanan yang diberikan juga perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dan sesuai dengan kondisi kucing.
Karena itu, penelitian mengenai pakan menjadi penting. Uji palatabilitas, misalnya, dapat digunakan untuk melihat tingkat penerimaan hewan terhadap makanan. Sementara uji kecernaan membantu melihat bagaimana pakan dicerna oleh tubuh.
Kajian formulasi nutrisi dan pengujian laboratorium juga dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai komposisi serta karakteristik suatu pakan.
Direktur Utama PT Evo Continental Trade Hendra Gunawan mengatakan, kerja sama dengan SKHB IPB menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan produk makanan hewan yang didukung penelitian.
“Makanan hewan yang baik harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, bukan hanya bagus di klaim kemasan. Kami ingin setiap produk yang kami bawa ke pasar, termasuk Cat's Favour, melewati proses uji yang benar,” ujar Hendra.
Melalui kerja sama ini, EVOCAT dan SKHB IPB juga akan menjajaki pembentukan Scientific Advisory Board yang melibatkan para ahli dari SKHB IPB untuk mendukung pengembangan pengetahuan dan produk di bidang nutrisi hewan kesayangan.
Bukan Hanya untuk Produk
Kerja sama antara industri dan kampus ini juga membuka ruang bagi mahasiswa SKHB IPB untuk mengenal lebih dekat dunia industri makanan hewan.
Sejumlah program yang direncanakan antara lain kuliah tamu, seminar industri, keterlibatan dosen praktisi, magang dan praktik kerja lapang, penelitian tugas akhir, pelatihan dan sertifikasi, hingga beasiswa prestasi.
Direktur PT Evo Continental Trade Raden Ari Priyadi mengatakan kerja sama akan dijalankan secara bertahap sesuai prioritas dan kesiapan kedua pihak.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga membuka ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri makanan hewan kesayangan dan penerapan ilmu veteriner di dunia industri,” ujarnya.
Selain penelitian dan pendidikan, kerja sama tersebut juga mencakup rencana edukasi mengenai kesehatan dan nutrisi hewan kesayangan bagi masyarakat.
Edukasi dapat dilakukan melalui webinar, talkshow, materi informasi, hingga diseminasi hasil penelitian kepada dokter hewan, komunitas pencinta hewan, pelaku usaha, dan pemilik hewan.
Dengan semakin banyaknya orang yang memelihara kucing, pengetahuan soal makanan dan kebutuhan nutrisi menjadi bagian penting dari perawatan sehari-hari.
Sebab, merawat kucing bukan hanya soal memastikan mangkuknya selalu terisi. Memahami apa yang ada di dalam makanannya juga menjadi bagian dari menjaga kesehatan anabul dalam jangka panjang.