-
Mbah Leginah, konten kreator senior viral asal Blora tutup usia.
-
Sosoknya dikenal lewat konten jenaka bersama cucu di media sosial.
-
Kepergian "nenek online" ini meninggalkan duka mendalam bagi warganet.
Suara.com - Jagat media sosial Indonesia kembali berduka. Mbah Leginah, lansia yang sering membuat konten bersama cucu, meninggal dunia pada Jumat (2/10/2026) malam.
Sosoknya viral dan mencuri hati warganet berkat konten-konten lucu yang dibagikan oleh sang cucu Refido atau pengguna akun Instagram @refidoo.
Kepergian Mbah Leginah memicu gelombang belasungkawa dari pengguna media sosial, termasuk sederet figur publik yang turut berduka.
Lantas siapa Mbah Leginah? Berikut profil dan sekilas sosoknya.
Siapa Mbah Leginah? Sosok Nenek Kesayangan
Bagi para pengguna media sosial, nama Mbah Leginah tentu sudah tidak asing lagi. Bersama cucunya, ia kerap wara-wiri di berbagai platform digital seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube.
![Mbah Leginah dan sang cucu Refido. [Instagram/@kingabdi_jajanmercon, @refidoo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/03/88672-mbah-leginah-dan-sang-cucu-refido.jpg)
Konten-konten yang mereka bagikan umumnya menampilkan keseharian yang sederhana, interaksi jenaka, serta momen-momen hangat khas hubungan nenek dan cucu yang sangat dekat.
Bukannya tampil dibuat-buat, daya tarik utama Mbah Leginah terletak pada kepribadiannya yang apa adanya, jujur, dan terkadang melontarkan candaan polos yang mengocok perut.
Hal inilah yang membuat konten mereka selalu dinantikan dan sukses mendulang jutaan views, menjadikannya salah satu figur kreator senior paling populer di tanah air.
Di masa senjanya, Mbah Leginah yang berasal dari Cepu, Blora, Jawa Tengah menghibur warganet lewat konten-konten jenaka berbahasa Jawa bersama cucunya, Refido.
Jargon "Ampun Kesandung, Ampun Keserimpet"
Semenjak dikenal luas oleh warganet, Mbah Leginah pun dibanjiri sorotan. Penggemar setia kerap menyalurkan donasi untuk simbah yang dititipkan lewat Refido.
Biasanya para fans turut meminta doa atau ucapan ulang tahun kepada Mbah Leginah, kemudian direkam dan diunggah Refido melalui Instagram-nya.
Tak hanya itu, nenek dan cucu tersebut beberapa kedapatan menerima endorsement makanan, parfum hingga furniture.
Menariknya, Mbah Leginah memiliki kata-kata atau jargon khas "Ampun Kesandung, Ampun Keserimpet" yang sering diucapkannya dalam video.
Pesan berbahasa Jawa itu memuat harapan dan makna mendalam agar seseorang senantiasa diberikan keselamatan serta kelancaran dalam menjalani hidup.
Sakit Sebelum Tutup Usia
Kepergian Mbah Leginah mengejutkan para fans dan penikmat konten viral. Mbah Leginah wafat di usia 85 tahun.
Dari informasi yang beredar, kondisi kesehatan Mbah Leginah memang sempat menurun dan sakit beberapa waktu terakhir.
Bahkan sempat dibawa ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas, sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Banjir Air Mata Warganet: Kehilangan Sosok Nenek Online
Berita duka kepulangan Mbah Leginah meninggalkan luka mendalam tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi jutaan pengikut setianya.
Banyak warganet yang mengaku merasa kehilangan sosok "nenek online" yang selalu berhasil menghibur di kala sepi. Di berbagai platform media sosial, kolom komentar mengenai wafatnya Mbah Leginah dipenuhi ucapan duka cita.
Banyak penggemar mengenang bagaimana Mbah Leginah mampu menularkan energi positif, mengajarkan arti kebersamaan keluarga, serta mematahkan batasan usia untuk tetap berkarya dan menebar kebahagiaan di dunia digital.
Sederet figur publik seperti Habib Ja'far, Ni Luh Djelantik, Ning Jazil, Indra Brasco, King Abdi hingga Pamela Bowie turut menyampaikan doa untuk kepergian nenek kesayangan warganet.
"Selamat jalan, Mbah Leginah. Terima kasih sudah sering menemani hari-hari kami dengan gelak tawa dan kelucuanmu bersama cucu tercinta. Tenanglah di sisi-Nya." salah satu ungkapan haru dari warganet.