-
Toner eksfoliasi bertekstur cair dengan konsentrasi bahan aktif lebih ringan.
-
Serum eksfoliasi bertekstur kental dengan konsentrasi bahan aktif lebih tinggi.
-
Pahami perbedaan toner dan serum eksfoliasi untuk cegah kulit iritasi.
Karena konsentrasinya berbeda, cara kerja keduanya di kulit pun berlainan:
Toner eksfoliasi berfokus mengangkat sel kulit mati dan mengelupas lapisan kulit terluar secara perlahan sekaligus membersihkan sisa-sisa makeup.
Karena sifatnya yang lebih lembut dan bertahap, produk ini sangat cocok untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Sedangkan, serum eksfoliasi mampu membersihkan pori-pori hingga ke lapisan kulit terdalam dan memberikan hasil yang relatif lebih cepat.
Karena formulasinya yang kuat dan intens, serum ini paling pas buat mengatasi masalah kulit spesifik yang butuh penanganan ekstra, seperti noda hitam, pori-pori tersumbat parah, atau tekstur kulit yang kasar.
Kendati demikian, serum biasanya dilengkapi buffer (bahan penyeimbang) untuk meredam efek sampingnya.
4. Urutan dan Frekuensi Penggunaan
Karena tekstur dan kekuatannya berbeda, aturan main dalam urutan skincare pun wajib diperhatikan agar produk meresap sempurna tanpa menggumpal.
Toner eksfoliasi sebaiknya digunakan tepat setelah wajah dicuci bersih (sebelum memakai serum dan pelembap) untuk membantu menyeimbangkan pH wajah.
Frekuensi penggunaannya bisa 2 hingga 4 kali seminggu, atau bahkan lebih sering jika produknya berjenis mild (ringan) dan sesuai petunjuk.
Serum eksfoliasi sebaiknya digunakan setelah toner, baik toner hidrasi maupun toner eksfoliasi dan sebelum mengoleskan pelembap.
Mengingat kekuatannya yang tinggi, serum eksfoliasi umumnya cukup dipakai 1 hingga 3 kali seminggu saja agar skin barrier tidak rusak.