- Physical sunscreen umumnya menggunakan Zinc Oxide dan Titanium Dioxide.
- Chemical sunscreen menggunakan filter UV organik seperti Avobenzone dan Octocrylene.
- Sunscreen yang menggabungkan filter mineral dan kimia disebut hybrid sunscreen.
Suara.com - Physical sunscreen dan chemical sunscreen merupakan 2 jenis tabir surya yang dibedakan berdasarkan filter UV yang digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Keduanya memiliki cara kerja dan karakteristik formula yang berbeda, sehingga penting untuk mengenalinya sebelum memilih produk.
Cara membedakan physical sunscreen dan chemical sunscreen pun bisa dimulai dengan memeriksa daftar komposisi pada kemasan.
Nama bahan aktif atau UV filter yang tercantum dalam informasi produk dapat menjadi petunjuk untuk mengetahui jenis sunscreen, apakah itu physical sunscreen atau chemical sunscreen.
Berikut penjelasan selengkapnya bagaimana membedakan physical sunscreen dan chemical sunscren.
Sunscreen adalah produk perawatan kulit yang berfungsi membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV), dengan jenis yang dibedakan berdasarkan filter UV yang digunakan, seperti physical sunscreen, chemical sunscreen, dan hybrid sunscreen.

1. Periksa Kandungan Filter UV pada Kemasan
Cara paling mudah membedakan physical sunscreen dan chemical sunscreen adalah dengan memeriksa daftar bahan aktif atau UV filter pada kemasan produk.
Physical sunscreen atau mineral sunscreen umumnya menggunakan Zinc Oxide dan Titanium Dioxide sebagai filter UV.
Sementara itu, chemical sunscreen dapat mengandung bahan seperti Avobenzone, Octinoxate, Octocrylene, Homosalate, dan Octisalate.
Namun, jika suatu produk menggabungkan filter mineral dan kimia, sunscreen tersebut dapat dikategorikan sebagai hybrid sunscreen.
2. Kenali Cara Kerjanya
Physical sunscreen bekerja dengan menggunakan filter mineral di permukaan kulit untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV melalui penyerapan, pemantulan, dan penghamburan sinar.
Sementara itu, chemical sunscreen menggunakan filter organik yang menyerap energi sinar UV, kemudian melepaskannya melalui proses fisik dan kimia.
Kedua jenis sunscreen tersebut sama-sama dirancang untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet, meskipun mekanisme filter yang digunakan berbeda.
3. Perhatikan Tekstur dan Hasil Akhirnya
Karakteristik fisik produk juga bisa menjadi petunjuk awal untuk membedakan kedua jenis sunscreen.
Physical sunscreen cenderung memiliki tekstur lebih kental dan berpotensi meninggalkan whitecast, yaitu lapisan putih setelah produk diratakan pada kulit.
Sebaliknya, chemical sunscreen sering diformulasikan dengan tekstur lebih ringan dan transparan sehingga tidak banyak meninggalkan whitecast.
Namun, karakteristik tersebut tidak berlaku untuk semua produk. Inovasi formula membuat physical sunscreen bisa terasa ringan, sedangkan chemical sunscreen juga dapat memiliki tekstur yang lebih kental.
4. Perhatikan Waktu Pengaplikasian
Physical sunscreen sering disebut dapat langsung memberikan perlindungan setelah diaplikasikan secara merata.
Sementara itu, chemical sunscreen umumnya disarankan untuk digunakan sekitar 15 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan, mengikuti petunjuk pada kemasan produk.
Meski demikian, waktu pengaplikasian bukan cara paling akurat untuk mengidentifikasi jenis sunscreen.
Mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan tetap penting, apa pun jenis filter UV yang digunakan.
5. Jangan Menentukan Jenis Sunscreen dari SPF dan PA
Angka SPF dan label PA menunjukkan tingkat perlindungan terhadap sinar UV, bukan jenis filter yang digunakan dalam produk.
SPF terutama berkaitan dengan perlindungan terhadap sinar UVB, sedangkan PA menunjukkan tingkat perlindungan terhadap UVA.
Artinya, physical sunscreen maupun chemical sunscreen dapat memiliki SPF 30, SPF 50, atau nilai PA yang tinggi.
Untuk penggunaan sehari-hari, sunscreen dengan SPF minimal 30 dan perlindungan spektrum luas (broad spectrum) terhadap UVA dan UVB dapat menjadi acuan.