- Industri alas kaki memanfaatkan kulit babi karena memiliki karakteristik yang lentur, tahan lama, dan sering diolah menjadi suede.
- Ciri fisik utama sepatu berbahan kulit babi adalah pola pori-pori yang membentuk segitiga serta berulang di permukaan.
- Konsumen dapat memastikan asal bahan sepatu melalui label produk, deskripsi resmi, atau informasi langsung dari produsen.
Suara.com - Memilih sepatu tidak hanya perlu mempertimbangkan model, kenyamanan, dan harga, tapi juga bahan yang digunakan dalam pembuatannya.
Bagi sebagian orang, mengetahui asal bahan sepatu menjadi hal penting, terutama bagi mereka yang ingin menghindari produk berbahan kulit babi karena alasan agama.
Kulit babi atau pig skin merupakan salah satu bahan kulit hewani yang digunakan dalam industri alas kaki. Bahan ini cukup populer karena memiliki karakteristik yang lentur, tahan lama, serta dapat memberikan kenyamanan ketika digunakan.
Namun, sepatu berbahan kulit babi tidak selalu mudah dikenali hanya dengan melihat model atau warnanya.
Terlebih, bahan tersebut sering diolah menjadi suede yang memiliki permukaan berbulu halus sehingga sekilas menyerupai jenis kulit lainnya.
Meski demikian, ada beberapa ciri fisik yang bisa diperhatikan untuk membantu mengenali sepatu berbahan kulit babi.
Lantas, bagaimana cara mengetahui sepatu terbuat dari kulit babi atau bukan? Berikut ciri-ciri yang perlu kamu ketahui.
Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi

Merangkum dari laman Shoes and Care, Pufaux Leather, Research Gate, dan Leather Neo, berikut beberapa ciri sepatu berbahan kulit babi:
1. Memiliki Tiga Titik Pori-Pori yang Membentuk Segitiga
Ciri paling khas dari kulit babi adalah pola pori-pori yang terdiri dari tiga titik kecil dan tersusun menyerupai segitiga.
Menurut laman Shoes and Care, titik-titik tersebut merupakan bekas folikel rambut yang masih dapat terlihat meskipun kulit sudah melalui proses pengolahan.
Karakteristik ini juga dijelaskan dalam penelitian Rapid Authentication of Leather and Leather Products yang dipublikasikan pada 2012, dilansir dari Research Gate.
Pengamatan fisik pada kulit babi menunjukkan adanya lubang-lubang kecil berbentuk segitiga di permukaan kulit atau grain surface.
Untuk memeriksanya, amati permukaan sepatu dengan pencahayaan yang cukup. Jika perlu, gunakan kaca pembesar agar pola pori-pori terlihat lebih jelas, terutama pada bagian kulit yang tidak tertutup jahitan atau lapisan tambahan.
2. Pola Pori-Pori Terlihat Berulang di Permukaan Kulit
Selain berbentuk segitiga, pori-pori kulit babi biasanya tersebar di berbagai bagian permukaan material.
Laman Leather Neo menjelaskan bahwa kelompok pori-pori tersebut menjadi salah satu karakteristik visual yang membedakan kulit babi dari sejumlah jenis kulit hewan lainnya.
Meski begitu, pola pori-pori tidak selalu terlihat jelas pada setiap sepatu. Proses penyamakan, pewarnaan, pengamplasan, dan pemberian lapisan pelindung dapat menyamarkan tekstur alami kulit sehingga pemeriksaan visual saja belum tentu memberikan hasil pasti.
3. Teksturnya Dapat Terasa Lembut dan Lentur
Kulit babi juga dikenal memiliki tekstur yang relatif lentur dan fleksibel. Melansir Leather Neo, bahan ini memiliki serat yang kuat meskipun relatif tipis, sehingga dapat digunakan untuk membuat berbagai produk, termasuk sepatu.
Jika diolah menjadi suede, kulit babi dapat terasa lembut dengan permukaan berbulu halus. Namun, tekstur tersebut bukan ciri khusus kulit babi karena suede juga bisa dibuat dari kulit domba, kambing, sapi, dan hewan lainnya.
4. Sering Digunakan sebagai Bahan Suede
Kulit babi cukup sering digunakan untuk membuat suede, yaitu bahan kulit dengan permukaan lembut menyerupai beludru.
Menurut Shoes and Care, karakteristik serat dan teksturnya membuat bahan ini cocok digunakan untuk berbagai jenis alas kaki.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua sepatu suede terbuat dari kulit babi. Perhatikan pola pori-porinya dan periksa informasi material yang diberikan produsen untuk mendapatkan petunjuk yang lebih akurat.
5. Periksa Label dan Informasi Material Sepatu
Cara paling praktis untuk mengetahui asal bahan sepatu adalah memeriksa label, deskripsi produk, atau keterangan resmi dari produsen.
Istilah seperti pig skin, pig leather, dan pig suede menunjukkan penggunaan kulit babi pada bagian produk yang disebutkan.
Perlu diingat bahwa satu sepatu dapat menggunakan beberapa material sekaligus, misalnya kulit babi pada lapisan dalam dan bahan sintetis pada bagian luar.
Jika informasi bahan tidak lengkap, tanyakan langsung kepada penjual atau layanan pelanggan merek terkait.
Pada akhirnya, pola tiga pori yang membentuk segitiga dapat menjadi petunjuk awal untuk mengenali kulit babi, tetapi bukan bukti mutlak.
Jika kepastian asal bahan sangat penting, utamakan informasi resmi produsen atau pemeriksaan material menggunakan metode identifikasi profesional.