- Pahami etika memotret makanan di restoran demi menjaga kenyamanan pengunjung.
- Hindari penggunaan flash kamera saat menerapkan etika memotret makanan di restoran.
- Terapkan etika memotret makanan di restoran agar hidangan tetap nikmat.
Suara.com - Apakah kamu gemar membuat foto makanan, atau wajib mengabadikan dulu sebelum disantap? Fenomena camera eats first merupakan suatu fenomena global yang ternyata dapat mengganggu kenyamanan orang lain.
Ketika makanan yang kamu pesan di restoran sudah datang di mejamu, seringkali kamu mengambil kameramu dan membiarkannya “makan” terlebih dahulu.
Ada etika memotret makanan di restoran agar tidak mengganggu orang lain.
Bukan tanpa alasan, hidangan yang ditata (plating) dengan sangat cantik memang sayang rasanya jika dilewatkan begitu saja tanpa diabadikan. Memotret makanan seolah menjadi dilema etika baru di meja makan.
Di satu sisi, ada kepuasan tersendiri saat berhasil mengunggah foto makanan estetik ke media sosial.
Namun di sisi lain, kamera ponsel berpotensi merusak suasana makan malam hingga mengurangi rasa hormat.
Menariknya, para koki berlabel MICHELIN Star pun sebenarnya memaklumi kebiasaan memotret hidangan ini.
Chef TJ Steele dari restoran Claro di Brooklyn mengungkapkan bahwa foto makanan kerap difungsikan sebagai "diari kuliner" pribadi untuk merekam momen dan kenangan manis.
![Ilustrasi foto makanan dari HP. [Foto: Samsung Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/05/15/80686-ilustrasi-foto-makanan-dari-hp-ponsel-smartphone.jpg)
Begitu pula dengan Chef Claudio Foschi dari Oyamel di Washington D.C., yang senang mengabadikan masakan rekannya sebagai bentuk rasa bangga dan apresiasi.
Meski diperbolehkan, ada batasan halus yang perlu diperhatikan.
Merangkum pandangan para koki dunia melalui pandangan MICHELIN Guide, berikut etika memotret makanan di restoran agar tidak mengganggu pengunjung lain.
1. Pahami Suasana dan Pengunjung di Sekitar Anda
Restoran adalah ruang publik tempat semua orang ingin menikmati hidangan dengan tenang.
Executive Chef dari The Pembroke, Christian Welch, mengingatkan pentingnya peka terhadap lingkungan sekitar.
Hindari tindakan heboh seperti bolak-balik berdiri, memindahkan piring ke meja lain, atau menggeser kursi pengunjung demi mendapatkan angle pengambilan gambar yang bagus.
2. Jangan Menggunakan Flash Kamera
Satu aturan paling krusial yang wajib dipatuhi yaitu matikan kilat pencahayaan kamera (flash).
Menggunakan flash ponsel di dalam ruangan restoran yang temaram sangat menyilaukan dan merusak suasana pengunjung lain.
Cukup manfaatkan pencahayaan alami yang ada di sekitar meja kamu.
3. Hargai Pramusaji yang Sedang Menjelaskan Hidangan
Saat pelayan menyajikan makanan dan mulai menjelaskan bahan-bahan serta cerita di balik hidangan tersebut, usahakan untuk tidak sibuk dengan ponsel kamu.
Menaruh ponsel sejenak merupakan bentuk basic manners kepada staf, sekaligus kesempatan bagi kamu untuk memahami keunikan dari menu yang disajikan.
4. Enjoy Your Food First
Kita terkadang terlalu sibuk melihat hasil foto terbaik seringkali membuat hidangan menjadi dingin dan kehilangan kelezatannya.
Menurut Chef Christian Welch, kebiasaan memotret sering kali merusak esensi dari pengalaman bersantap.
Makanan seharusnya dinikmati secara utuh melalui rasa, aroma, dan visual secara langsung, bukan sekadar dipandang dari balik lensa kamera.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah