- Aktris Febby Rastanty berhasil menyelesaikan tujuh ajang maraton utama dunia setelah menuntaskan Sydney Marathon 2026.
- Febby resmi diperkenalkan sebagai Brand Ambassador HOKA Indonesia dalam acara Jakarta Running Festival 2026.
- Perjalanan lari Febby mengajarkan pentingnya konsistensi, memahami batas tubuh, dan menikmati setiap proses latihan.
Suara.com - Bagi Febby Rastanty, lari bukan sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran. Di tengah kesibukannya sebagai aktris, berlari menjadi cara untuk mengambil jeda, menjernihkan pikiran, dan meluangkan waktu untuk diri sendiri.
Kebiasaan sederhana itu kini membawanya menyelesaikan tujuh ajang maraton utama dunia atau World Marathon Majors.
Perjalanan Febby di dunia lari tidak dimulai dengan target besar. Sejak masa kuliah, ia menjadikan lari sebagai aktivitas untuk melepas penat.
Seiring waktu, rutinitas tersebut berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang terus ia jalani di tengah jadwal pekerjaan yang padat.
“Seven Stars menjadi salah satu pencapaian yang berarti bagi saya, tetapi perjalanan menuju ke sana mengajarkan bahwa berlari bukan hanya tentang target. Lari memberi saya ruang untuk diri sendiri, menjernihkan pikiran, dan menikmati proses,” ujar Febby Rastanty di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Bagi Febby, pencapaian memang menjadi bagian dari perjalanan, tetapi bukan satu-satunya hal yang membuatnya terus berlari. Konsistensi, kemampuan mendengarkan kondisi tubuh, dan rasa senang saat menjalani proses justru menjadi alasan untuk kembali mengenakan sepatu lari.
![Febby Rastanty dalam HOKA 5,27K Social Run, Kamis (22/10/2026). [Hoka Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/23/43356-febby-rastanty-dalam-hoka-527k-social-run.jpg)
Berawal dari 5K, Berlanjut ke Tujuh Maraton Dunia
Keseriusan Febby dalam berlari mulai terlihat ketika ia mengikuti Tokyo Marathon pada 2023. Menghadapi maraton pertamanya, ia harus mencari cara untuk membagi waktu antara latihan dan pekerjaan sebagai aktris yang memiliki jadwal syuting dinamis.
Tidak semua sesi latihan berjalan sesuai rencana. Waktu yang terbatas untuk berlatih dan memulihkan kondisi tubuh membuatnya perlu menyesuaikan kecepatan lari maupun ekspektasi terhadap hasil yang ingin dicapai.
Dari Tokyo, perjalanan itu berlanjut ke enam ajang World Marathon Majors. Febby meraih gelar Six-Star Finisher setelah menyelesaikan New York Marathon, sebelum menuntaskan ajang ketujuh di Sydney pada 2026 dan meraih Seven Star Finisher.
Pencapaian tersebut menjadi penanda perjalanan panjangnya sebagai pelari. Namun, pengalaman yang didapat sepanjang proses juga mengajarkannya untuk tidak selalu mengukur kemajuan dari catatan waktu atau hasil akhir perlombaan.
Ada kalanya latihan harus disesuaikan, target perlu dievaluasi, dan tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat. Bagi Febby, memahami batas kemampuan diri menjadi bagian penting agar ia bisa terus berlari dalam jangka panjang.
Menemukan kesenangan dalam setiap langkah
Semangat untuk terus bergerak itu kini menjadi bagian dari perjalanan Febby bersama HOKA Indonesia. Ia resmi diperkenalkan sebagai Brand Ambassador HOKA dalam acara HOKA 5,27K Social Run yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Running Festival (JRF) 2026.
Kolaborasi tersebut membawa pesan “Lari lagi, lari terus”, yang menekankan bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan alasan berbeda untuk berlari. Tidak semua pelari harus mengejar maraton atau catatan waktu tertentu untuk menikmati olahraga ini.