- Pelari maraton harus memilih sepatu yang sesuai untuk mencegah cedera otot.
- Pemilihan sepatu wajib memperhatikan ruang ujung jari, bentuk medan lintasan, serta kuncian tumit yang pas.
- Pelari juga perlu menyesuaikan bantalan sepatu dengan bentuk kaki dan menghindari ikatan tali yang terlalu kencang.
Suara.com - Lari maraton sejauh 42,195 kilometer memerlukan ketahanan fisik yang prima sekaligus perlengkapan tepat, termasuk sepatu lari yang jadi aksesori penting.
Sepatu lari yang salah tak hanya memicu rasa tidak nyaman, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan cedera otot, lutut, hingga pinggul.
Dalam pemilihannya pun tak hanya memetingkan merek atau desain yang sedang naik daun, melainkan kenyamanan sesuai bentuk kaki.
Lantas, bagaimana cara menentukan pilihan sepatu maraton yang paling tepat? Ini 5 tipsnya.
1. Berikan Ruang Ekstra pada Bagian Ujung Jari
Saat berlari jarak jauh, kaki Anda akan membesar dan membengkak akibat dorongan sirkulasi darah.
Mengutip saran dari Texas Foot Doctor, pastikan ada ruang tersisa selebar ibu jari (sekitar 1–1,5 cm) antara jari kaki terpanjang dengan bagian paling depan sepatu. Ruang ini sangat penting untuk mencegah kuku kaki hitam dan lecet.

2. Kenali Jenis Medan dan Medan Lintasan Lari
Memilih sepatu harus disesuaikan dengan jenis medan rute maraton. Untuk lintasan aspal (road running), pilihlah sepatu dengan bantalan (cushoning) empuk guna menyerap benturan keras.
Sementara untuk maraton di lintasan alam, gunakan sepatu trail khusus yang memiliki outsole cengkeraman kuat dan pelindung ekstra.
3. Pastikan Tumit Terkunci Sempurna
Meskipun bagian depan membutuhkan ruang ekstra, area tumit justru sebaliknya. Menurut pakar, tumit harus cengkeram dengan pas tanpa bergeser saat melangkah.
Tumit yang licin dapat mengganggu biomekanika lari dan memicu ketidakseimbangan otot.

4. Sesuaikan Bantalan dan Biomekanika Kaki
Setiap pelari memiliki tipe telapak kaki yang berbeda, baik itu flat foot maupun high arch (lengkungan tinggi). World's Marathons mengingatkan tidak ada satu sepatu yang cocok untuk semua orang.
Pilih tingkat stabilitas atau bantalan yang sesuai dengan bentuk kaki Anda untuk meredam beban tubuh secara optimal.
5. Hindari Mengikat Tali Sepatu Terlalu Kencang
Banyak pelari pemula mengikat tali sepatu kencang demi merasa aman. Padahal, sebaiknya tidak mengikat tali terlalu ketat.
Tali yang terlalu kencang dapat menghambat aliran darah di punggung kaki dan memicu nyeri saraf saat berlari puluhan kilometer.
Mengingat ukuran kaki tiap merek sepatu bisa berbeda-beda, selalu luangkan waktu untuk mencoba langsung sepatu di toko dan berjalan beberapa langkah sebelum membelinya.
Itulah tips memilih sepatu lari untuk maraton yang nyaman.