- Bedak Saripohatji dikenal sebagai bedak tradisional sejak 1927.
- Produk ini masih tercantum di sejumlah platform jual-beli online.
- Pemasaran resminya diketahui masih mengandalkan cara konvensional.
Suara.com - Bedak tradisional masih dikenal sebagai produk perawatan wajah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah Bedak Saripohatji, bedak dingin asal Ciamis yang telah diproduksi sejak 1927 dan biasa digunakan sebagai masker wajah.
Lantas, apakah Bedak Saripohatji masih ada? Produk ini masih tercantum di sejumlah platform jual-beli online. Namun, pemasaran resminya diketahui masih mengandalkan cara konvensional, sehingga produk yang ditemukan di marketplace belum tentu berasal langsung dari produsen.
Bedak Saripohatji sendiri dikenal menggunakan bahan-bahan tradisional, seperti kunyit, temulawak, dan pandan. Pemakaiannya dilakukan dengan mencampurkan butiran bedak dengan air hingga membentuk masker.
Bedak dingin merupakan produk perawatan kulit tradisional yang digunakan untuk menyegarkan wajah. Berbeda dari bedak tabur atau bedak padat pada umumnya, bedak dingin biasanya berbentuk butiran yang perlu dicampur dengan air sebelum dioleskan ke kulit.

Sejarah Bedak Saripohatji
Bedak Saripohatji diciptakan oleh S. Marijah, seorang ibu rumah tangga asal Ciamis, Jawa Barat, pada 1927.
Awalnya, bedak dingin tersebut dibuat untuk pemakaian pribadi. Namun, karena disukai tetangga, Marijah bersama suaminya kemudian memutuskan memproduksinya dalam jumlah lebih besar melalui CV Saripohatji.
Nama Saripohatji diambil dari sosok dalam mitologi Sunda, yakni Dewi Pohatji, yang dimaknai sebagai Dewi Kecantikan.
Produk ini kemudian dikenal sebagai bedak tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kemasan Bedak Saripohatji pun memiliki ciri khas berwarna kuning dengan foto Marijah sebagai penciptanya.
Pada bagian belakang kemasan, terdapat keterangan mengenai komposisi, cara pemakaian, dan khasiat yang diklaim oleh produsennya.
Mengapa Produksi Bedak Saripohatji Sempat Berhenti?
Produksi bedak Saripohatji diketahui sempat terhenti pada Januari hingga April 2024. Penyebabnya adalah pemasaran yang kurang lancar sehingga persediaan barang masih menumpuk.
Proses pemasaran diketahui masih mengandalkan cara konvensional dan belum berjalan melalui platform online.
Meski demikian, produk bedak Saripohatji masih tercantum di sejumlah toko pada platform jual-beli online dengan harga mulai Rp3 ribuan.
Kandungan dan Manfaat Bedak Saripohatji
Bedak Saripohatji dikenal menggunakan bahan-bahan tradisional yang berasal dari tumbuhan.
Komposisi yang tercantum dalam informasi produk meliputi Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica, Citrus aurantifolia, Lycopersicon esculentum, dan Pandanus amaryllifolius.
Bahan-bahan tersebut merujuk pada tumbuhan seperti temulawak, kunyit, jeruk nipis, tomat, dan pandan. Selain itu, informasi mengenai produk ini juga menyebutkan penggunaan beras, temu giring, kencur, dan daun saga.
Soal manfaat, bedak tradisional ini secara turun-temurun digunakan untuk membantu merawat kulit wajah.
Klaim manfaat yang dikenal masyarakat antara lain membuat kulit terasa lebih halus dan tampak cerah serta menyamarkan noda pada wajah.
Cara Menggunakan Bedak Saripohatji
Dalam petunjuk pemakaian di kemasan, dua hingga tiga butir bedak dingin Saripohatji dicampurkan dengan air secukupnya hingga membentuk adonan. Campuran tersebut kemudian dioleskan ke wajah sebagai masker atau lulur wajah.
Setelah mengering, sisa masker disebut dapat digosok perlahan menggunakan tangan sebelum wajah dibilas hingga bersih.