- Pelaku kuliner kini umum menggunakan wadah plastik tipis atau thinwall sebagai kemasan makanan.
- Wadah thinwall dirancang sekali pakai, tetapi aman digunakan kembali secara terbatas.
- Pengguna harus segera membuang wadah thinwall apabila permukaannya bergores, berubah bentuk, retak, menipis, atau meninggalkan noda minyak membandel.
Suara.com - Pernahkah kamu memesan makanan online yang dikemas dalam wadah plastik transparan tipis atau yang biasa disebut thinwall?
Wadah ini sangat populer di kalangan pelaku kuliner karena praktis, kedap udara, dan ekonomis. Sisa makanan pun sering kali langsung dimasukkan ke dalam kulkas menggunakan wadah ini.
Namun, muncul pertanyaan penting di benak kita, berapa kali thinwall boleh dipakai sebelum akhirnya harus dibuang?
Agar tidak salah langkah, mari kita bahas tuntas mulai dari bahan hingga batas keamanan penggunaannya di sini.
Mengenal Apa Itu Thinwall dan Bahannya
Sebelum membahas batas penggunaannya, penting untuk tahu apa sebenarnya thinwall itu.
Thinwall adalah wadah kemasan makanan dari plastik dengan dinding yang tipis namun cukup kaku, lengkap dengan penutup rapat.
Wadah ini biasa dipakai untuk katering, bakso berkuah, salad buah, hingga kue basah.
Dari sisi produksi, bahan thinwall makanan yang berkualitas standar food grade umumnya terbuat dari biji plastik Polypropylene (PP) atau berkode daur ulang angka 5.
Bahan jenis ini sangat populer karena tahan terhadap suhu dingin (freezer) dan cukup aman jika dimasukkan ke dalam microwave dalam durasi singkat.
Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai?
Mengutip dari laman Alodokter, wadah thinwall sebenarnya dirancang untuk sekali pakai, tetapi secara bahan dasar menggunakan plastik PP (Polypropylene / kode 5) yang sebetulnya aman dan bisa digunakan berulang kali.
Jika ingin digunakan kembali, sebaiknya batasi hanya sampai beberapa kali pakai saja, sekitar 5 hingga 10 kali terutama karena bahannya tipis dan mudah mengalami aus.
Faktor Keamanan dan Tanda Thinwall Harus Dibuang
Faktor kesehatan adalah hal utama yang harus diperhatikan. Jika kamu sering menggunakan wadah thinwall plastik secara berulang, pastikan untuk segera membuangnya apabila menemukan tanda-tanda berikut:
- Permukaan Bergores atau Buram: Goresan akibat sendok atau spons kawat menjadi tempat bersarangnya bakteri yang sulit dibersihkan secara total.
- Berubah Bentuk (Meleot): Jika wadah melengkung akibat panas makanan atau microwave, artinya struktur plastik di dalamnya sudah melemah dan tidak stabil lagi.
- Plastik Retak atau Menipis: Risiko zat kimia atau mikroplastik berpindah ke makanan akan jauh lebih tinggi jika plastik sudah mulai rapuh.
- Bau dan Noda Minyak Membandel: Noda makanan berlemak yang tidak bisa hilang meskipun sudah dicuci berkali-kali menandakan pori-pori plastik telah terbuka.
Tips Tambahan agar Pemakaian Lebih Optimal
Agar wadah makanan sekali pakai aman saat digunakan kembali dalam batas wajar, pastikan kamu mencucinya menggunakan spons bagian yang halus.
Hindari juga memanaskan makanan yang mengandung santan atau minyak berlebih terlalu lama di dalam microwave menggunakan wadah ini.
Nah, sekarang kamu sudah tahu jawabannya, bukan? Gunakan thinwall secara bijak agar makanan tetap higienis dan kesehatan keluarga tetap terlindungi.