Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Vania Rossa

Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB
Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja
Ilustrasi belanja online (magnific)
baca 10 detik
  • Kebiasaan belanja masyarakat semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan media sosial, live shopping, dan marketplace.
  • Perubahan ini mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi penjualan melalui berbagai kanal digital.
  • Integrasi platform menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi bisnis sekaligus menjawab kebutuhan konsumen.

Suara.com - Kebiasaan masyarakat dalam berbelanja online terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya konsumen cenderung langsung membuka marketplace saat membutuhkan suatu produk, kini perjalanan belanja bisa dimulai dari berbagai platform digital.

Sebuah produk bisa saja pertama kali dikenal melalui video kreator di media sosial, menarik perhatian saat sesi live streaming, kemudian dibeli melalui marketplace atau toko online resmi milik brand.

Perubahan ini membuat pengalaman berbelanja semakin terhubung dengan aktivitas digital sehari-hari. Konsumen tidak hanya mencari produk, tetapi juga melihat ulasan, membandingkan pilihan, hingga mempertimbangkan rekomendasi sebelum memutuskan membeli.

Situasi tersebut sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi pelaku usaha. Mereka tidak cukup hanya mengandalkan satu kanal penjualan, tetapi perlu memastikan pengelolaan bisnis berjalan terpadu di berbagai platform.

CEO BigSeller, Shirley Xie, menilai integrasi berbagai kanal penjualan atau strategi omnichannel menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi perkembangan industri e-commerce.

Hal tersebut disampaikannya dalam BigSeller Indonesia E-Commerce Summit 2026 yang berlangsung di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Jumat (23/10/2026).

Mengusung tema "All Channels, One Winning Future", konferensi tersebut membahas perkembangan perdagangan digital sekaligus strategi yang dapat diterapkan pelaku usaha untuk menghadapi perubahan pasar.

CEO BigSeller, Shirley Xie. (Dok. Ist)
CEO BigSeller, Shirley Xie. (Dok. Ist)

Menurut Shirley, masa depan e-commerce bukan lagi tentang memilih satu platform untuk berjualan. Pelaku usaha perlu mengintegrasikan berbagai kanal, mulai dari media sosial, marketplace, hingga platform direct-to-consumer (D2C).

Dengan pengelolaan yang terpusat, penjual diharapkan dapat mengurangi kerumitan operasional, termasuk dalam mengatur persediaan barang dan memproses pesanan dari berbagai platform.

baca juga

"Masa depan e-commerce bukan lagi tentang memilih satu platform tunggal untuk berjualan. Masa depan adalah milik mereka yang mampu mengintegrasikan seluruh kanal penjualan, baik media sosial, marketplace, maupun platform D2C, menjadi satu kesatuan yang terpusat, cerdas, dan efisien," ujar Shirley.

Selain pengelolaan toko online, perkembangan social commerce juga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam konferensi tersebut.

Ikrar Pradana, Agency Partnerships Lead, Global Business Solutions TikTok, membahas potensi social commerce dan kolaborasi dengan agensi dalam meningkatkan konversi penjualan.

Sementara itu, Rivel Sumigar, kreator konten sekaligus social commerce strategist, membagikan perspektif mengenai peran kreator dalam membangun kepercayaan konsumen.

Di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan konten digital, kreator tidak hanya berperan menyampaikan informasi produk, tetapi juga membantu calon pembeli mengenal produk melalui pengalaman dan rekomendasi.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah pengelolaan operasional bisnis. Leo Zhao, Country Manager BigSeller Indonesia, memaparkan pentingnya otomatisasi dan manajemen inventori lintas platform untuk membantu penjual mengelola aktivitas bisnis.

Baskara Aji dari Accurate turut membahas pentingnya integrasi pembukuan keuangan, sedangkan Tomy Jaya dari Meta memaparkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam ekosistem periklanan digital.

Konferensi ini juga menghadirkan pembicara dari Blibli, Shopify, Lazada, dan Speeds yang berbagi perspektif mengenai strategi kampanye, perdagangan langsung ke konsumen, kemitraan platform, serta pengembangan brand lokal.

Melalui penyelenggaraan summit tersebut, BigSeller mendorong pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan perubahan perilaku konsumen.

BigSeller sendiri merupakan platform manajemen toko online berbasis Software as a Service (SaaS) yang menyediakan sistem pengelolaan operasional e-commerce, mulai dari pemrosesan pesanan, manajemen inventori, pengelolaan gudang, hingga pencatatan keuangan.

Perusahaan menyebut platformnya telah digunakan lebih dari 1,1 juta penjual di Asia Tenggara dan terintegrasi dengan 17 platform e-commerce utama, termasuk Shopee, TikTok Shop, dan Lazada.

Melalui pendekatan omnichannel, pelaku usaha diharapkan dapat mengelola berbagai kanal penjualan secara lebih efisien sekaligus mengikuti perubahan cara konsumen menemukan dan membeli produk di era digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:20 WIB

Diskon 11.11 Bertebaran, Jangan Asal Checkout! Ini 5 Cara Belanja Tetap Hemat

Diskon 11.11 Bertebaran, Jangan Asal Checkout! Ini 5 Cara Belanja Tetap Hemat

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 20:53 WIB

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

×