- Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi pemerintah Indonesia melonjak 8,95 persen pada triwulan III 2026.
- Lonjakan tersebut didorong oleh peningkatan belanja pegawai, belanja barang, serta realisasi program Makan Bergizi Gratis.
- Kondisi ini memberikan andil sebesar 0,62 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47 persen.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami lonjakan pertumbuhan tertinggi pada triwulan III 2026.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edhy Mahmud mengatakan, konsumsi pemerintah tumbuh melesat hingga 8,95 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,66 persen.
Jika dibandingkan dengan kategori lain, pertumbuhan Konsumsi Pemeritah berada di atas komponen Impor dengan pertumbuhan 7,31 persen yoy, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi dengan pertumbuhan 6,06 persen, Konsumsi Rumah Tangga 5,04 persen, Konsumsi Lembaga NonProfit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) dengan 5,02 persen, dan Ekspor 4,59 persen.
"Pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi pemerintah. Komponen konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 8,95 persen," kata Edhy dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, konsumsi Pemerintah ini didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.
Edhy merinci, melambungnya belanja pegawai dipengaruhi oleh peningkatan realisasi pembayaran gaji serta tunjangan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.
![Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edhy Mahmud dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Kamis (5/11/2026). [Screenshot YouTube BPS]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/11/05/18748-deputi-bidang-neraca-dan-analisis-statistik-bps-moh-edhy-mahmud.jpg)
Sementara itu, tingginya realisasi belanja barang dan jasa dipicu oleh pengeluaran barang yang diserahkan langsung kepada masyarakat. Salah satu penyumbang utamanya adalah pendanaan untuk merealisasikan program prioritas pemerintah, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Konsumsi pemerintah tumbuh seiring dengan peningkatan realisasi belanja yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai terutama pada gaji dan tunjangan ASN, peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat di antaranya program Makan Bergizi Gratis atau MBG," beber dia.
Secara keseluruhan, komponen pengeluaran pemerintah ini menyumbang porsi distribusi sebesar 7,28 persen terhadap total struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini.
Berkat kucuran belanja tersebut, konsumsi pemerintah memberikan andil sebesar 0,62 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5,47 persen yoy di triwulan III 2026.