LINIMASA - Petarung legendaris Jon Jones bakal disabung bersama atlet Mix Martial Art (MMA) kelas berat Ciryl Gane dalam helatan Ultimate Fighting Championship (UFC) 285, yang berlangsung di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat pada Sabtu (4/3/2023) waktu setempat, atau Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Jones absen cukup lama dari dunia MMA. Ia menanggalkan sabuk juara kelas berat ringan, setelah menang angka mutlak dari Dominick Reyes dalam helatan UFC 247 pada Februari 2020, silam.
Setelahnya, Jones memuntuskan untuk naik ke kelas berat dan ia berambisi menjadi baddest man on the planet atau petarung paling berbahaya di Bumi.
Jones tampak sudah bosan berada di kelas berat ringan karena ia tak kunjung mendapat lawan yang mampu merepotkan dirinya. Beberapa lawan bertalenta bagus dan rekor yang juga mumpuni tak mampu menghentikan dominasi Jones di kelas berat ringan.
Jones menambah berat badannya agar bisa masuk ke dalam kelas berat. Dalam beberapa unggahan video melalui media sosial pribadinya, Jones tampak memiliki badan yang lebih mekar.
Ia menumbuhkan jenggot dan kumis juga bulu roma di area dagunya. Urusan potongan rambut, petarung asal Rochester, New York, Amerika Serikat tersebut tidak neko-neko karena hanya mengandalkan gaya plontos.
Petarung berusia 35 tahun tersebut tercatat hanya menuia sekali kalah saja, itupun karena diskualifikasi. Ia mencatatkan rekor menang 26 kali dengan 10 knock out (KO), enam melalui kuncian (sumbissions) dan 10 penilaian juri sebagaimana melansir dari laman Sherdog.
Kini, Jones akan kembali mencicipi ganasnya disabung di dalam oktagon UFC. Ia bakal bentrok dengan petarung asal Prancis, Cyril Gane.
Gane bukan petarung sembarangan. Ia mencatatkan rekor 11 kali menang dan sekali kalah. Kekalahan yang diterima Gane ketika berhadapan dengan Francis Ngannou dalam pertarungan penyatuan gelas sabuk atau unifikasi kelas berat.
Baca Juga: Gerakan Setop Bayar Pajak, Anggota DPR: Ganggu Layanan Pembangunan
Gane kala itu tak mampu berbuat banyak saat Ngannou mampu membawanya ke pertarungan bawah. Gane pun kalah melalui penilaian juri.
Rincian kemenangan yang ditorehkan petarung berusia 32 tahun tersebut yakni, lima kali KO, tiga kali kuncian, dan tiga kali menang lewat penialain juri.
Gane berhak memperebutkan sabuk juara kelas berat UFC setelah mampu mengandaskan perlawan Tai Tuivasa di helatan UFC Fight Niight 209, yang berlangsung di Prancis (3/9), lalu.
Mampukah Jon Jones berkuasa di kelas berat dan menakhlukkan Gane di pertarungan nanti, atau malah sebaliknya, Gane yang berhasil membuat legasinya untuk kelas berat, setelah dalam upaya sebelumnya gagal merampas sabuk juara dari pinggang Ngannou.
Selain menampilkan partai utama antara Jones versus Gane, UFC 285 pun bakal menyajikan sabungan menarik lainnya.
Di antaranya, pemegang sabuk juara kelas flyweight wanita, Valentina Shevchenko akan menghadapi Alexa Grosso dan Geoff Neal akan baku hantam dengan Shavkat Rakhmonov di kelas welter.