LINIMASA - Wasiat terakhir Nani Wijaya kepada anak-anaknya sungguh sangat menyentuh hati. Sebagai seorang anak, Nina Kartika mengungkapkan jika sang ibu berpesan untuk semua anak-anaknya menjaga shalat.
Tak hanya itu, Nina Kartika juga menyebut pesan yang membuat dirinya tersentuh adalah agar tetap akur sesama saudara.
"Waktu masih sehat aja (berpesan), kami semua adik kakak akur jangan sampai telat ibadah salat," ujar Nina Kartika di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Babakan Madang, Kamis Siang.
Meski begitu, Nina menyebut jika sang ibu punya pesan khusus kepadanya untuk menjadi panutan dan menjaga adik-adiknya.
"Ibu cuma ngomong 'titip saja adik-adik, kamu yang paling tua harus bisa jadi panutan, kamu harus sehat,'" ujar Nina Kartika.
Nani Wijaya juga beroda agar Nina Kartika tetap sehat supaya bisa merawat sang ibu ketika itu.
"Iya ibu juga (pesan) 'kalau kamu sehat juga bisa urus ibu, ibu di sini aja ya nin,'" Nina Kartika sambil menirukan suara mendiang ibunya, Nani Wijaya.
Kondisi terakhir Nani Wijaya juga diungkap oleh Nina sebelum meninggal dunia. Sekitar satu bulan yang lalu, Nani Wijaya lebih menghabiskan waktu bersama keluarga.
Sejak pandemi dan kondisinya mulai sakit-sakitan, Nani Wijaya diketahui sudah menghentikan aktifitas syutingnya.
Baca Juga: Dialami Nani Wijaya Sebelum Meninggal, Kenali Tanda Demensia Pada Kakek Nenek Sejak Awal
"Terakhir kan waktu di rumah sakit sudah relatif nggak syuting ya, memang ibu itu hari-hari terakhirnya itu dirumah saya jadi relatif diam di rumah apalagi semenjak awal-awal pandemi itu jadi memang aktivitasnya sudah setop," tutur Nina Kartika.
Nina Kartika menyebut jika momen-momen itu, Nani Wijaya terlihat menghabiskan hari tua bersama anak cucu.
"Jadi ya kami santai-santai di rumah, ibu menghabiskan hari tua. Ya paling ditengokin anak cucu terus, kami ibadah lah lebih fokus ibadah aja," ungkapnya.
Untuk diketahui, Nani Wijaya meninggal pada Kamis, 16 Maret 2023 pada pukul 03.28 WIB di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan.
Nani Wijaya meninggal di usia 79 tahun setelah menjalani proses trakeostomi untuk membantu pernafasannya.
Tempat persemayaman terakhir Nani Wijaya berada di TPU Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat setelah sebelumnya dishalatkan di Masjid Al Munawaroh.
Nani Wijaya sudah malang melintang di industri hiburan tanah air diantaranya:
Di Lereng Gunung Kawi (1961)
Si Doel Anak Betawi (1973)
Yang Muda Yang Bercinta, Nostalgia di SMA (1980)
RA Kartini (1982)
Opera Jakarta (1985)
Catatan si Boy I (1987) III (1989) dan IV (1990).