LINIMASA - Helatan UFC 286 akan berlangsung di The O2, London, pada Minggu pagi (19/3/2023). Partai utama akan menyajikan duel perebutan sabuk juara kelas welter antara Leon Edwards versus Kamaru Usman.
Namun, ada duel yang tak bisa dianggap sebelah mata oleh pecinta olahraga seni bela diri campuran. Duel tersebut yakni mempertemukan Rafael Fiziev dengan Justin Gaethje sebagai acara co-main event UFC 286.
Pertarungan Fiziev melawan Gaethje dipastikan berlangsung sengit. Rekan jejak kedua petarung selalu tampil memukau di atas oktagon.
Gaethje dipastikan tampil habis-habisan dalam pertarungan nanti. Hal itu dilakukan petarung berjuluk The highlight agar masih bisa bersaing dalam perebutan sabuk juara kelas ringan UFC yang kini dipegang oleh Islam Makhachev.
Di sisi lain, Fiziev pun masih ingin terus melangkah lebih jauh untuk memperbaiki peringkat ranking kelas ringan UFC sambil menyasar sabuk juara.
Fiziev datang dengan rekor enam kali tak terkalahkan di atas oktagon. Pertarungan Fiziev selalu mendapat pujian dari penggemar mix martial art (MMA).
Terakhir, petarung asal Azerbaijan tersebut berhasil mengandaskan mantan juara kelas ringan UFC Rafael Dos Anjos dengan knock out (KO) pada Juli 2022, lalu.
Fiziev pun berhasil menyandang gelar Rafael terbaik di divisi kelas ringan UFC karena berhasil mengalahkan Dos Anjos.
Fiziev kini mencatatkan rekor 12 kali menang dan sekali kalah. Rinciannya, petarung berusia 30 tahun tersebut menang melalui KO sebanyak delapan kali, kuncian sekali, dan penilaian juri sebanyak tiga kali.
Baca Juga: Putri Anne Sebut 'Bacot' Saat Live Gegara Urusan Jilbab, Warganet: Kasian Arya, Istrinya Barbar
Kekalahan satu-satunya yang dialami Fiziev yakni saat ia memulai debut di UFC. Kala itu, Fiziev harus tersungkur saat mendapatkan tendangan berbalik dari Magomed Mustafaev pada April 2019.
Namun, Gaethje bukanlah petarung sembarangan. Ia merupakan mantan pemegang sabuk interim kelas ringan UFC. Sabuk tersebut didapatkan Gaethje dari Tony Ferguson.
Di setiap penampilannya, Gaethje selalu mempertontonkan baku hantam berdarah-darah. Gaya bertarungnya yang liar dan mengandalkan insting tinju, membuat Gaethje selalu diganjar bonus oleh bos UFC Dana White karena penampilan memukaunya.
Gaethje terbilang lebih senior daripada Fiziev di dunia MMA. Petarung berusia 34 tahun tersebut mencatatkan 23 kali kemenangan, dan empat kali kalah.
Gaethje mampu menang melalui KO/TKO sebanyak 19 kali, sekali melalui kuncian, dan tiga kali melalui keputusan juri. Empat kekalahannya tercatat dua kali melalui kuncian, dan dua kali melalui KO/TKO.
Terakhir, Gaethje harus kalah dari Charles Oliveira dalam perebutan sabuk juara kelas ringan di helatan UFC 274 pada Mei 2022. Gaethje menyerah melalui kuncian rear-naked choke dari Oliveira.