LINIMASA - Berikut ini lima kebiasaan harian yang dapat mengganggu kesehatan otak jika tidak dihindari.
Proses penuaan alami dapat menyebabkan beberapa bagian otak menyusut, terutama pada bagian yang terkait dengan memori dan pemrosesan informasi.
Selain itu, aliran darah ke otak juga dapat berkurang seiring bertambahnya usia, yang dapat mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi yang diperlukan oleh sel-sel saraf di otak.
Beberapa sel saraf juga dapat tidak bekerja secara efisien karena adanya kerusakan atau perubahan pada struktur sel. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk memproses informasi dan mengontrol gerakan tubuh.
Otak yang tajam dapat membantu seseorang tetap mandiri lebih lama saat memasuki babak baru kehidupan, terutama pada usia lanjut.
"Ini mungkin terdengar klasik, tetapi jika menyangkut kesehatan otak, tidak ada pengganti yang lebih baik dari diet sehat, olahraga, tidur yang cukup, dan mengurangi stres," ungkap Pakar medis, dr Mike Bohl dikutip dari Eat This, Not That.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan otak dan merawat kemampuan kognitif sangat penting untuk menjaga kemandirian dan kualitas hidup pada usia lanjut.
Beberapa cara untuk merawat otak dan menjaga kesehatan kognitif termasuk olahraga teratur, diet sehat, tidur yang cukup, menjaga koneksi sosial, serta merangsang otak dengan melakukan tugas-tugas yang menantang.
Selain cara tersebut, dr Mike Bohl juga memberikan tips menjaga kesehatan otak dengan menghindari beberapa kebiasaan berikut ini, antara lain:
Baca Juga: Hasil Getafe vs Barcelona: Blaugrana Ditahan Imbang Tanpa Gol di Coliseum Alfonso Perez
1. Kurang tidur
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan.
Tidur membantu tubuh memulihkan diri dari stres fisik dan mental, serta membantu otak untuk mengorganisir informasi dan mengkonsolidasikan memori.
2. Minum alkohol
alkohol berlebihan dapat merusak kesehatan otak dan berdampak buruk pada fungsi kognitif dan fisik.
Terlalu banyak minum alkohol dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel otak dan dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk memproses informasi dan berfungsi secara efektif.
Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko cedera dan risiko kesehatan lainnya, seperti penyakit hati, kanker, dan masalah kesehatan mental.