Kurs Dolar Menguat Akibat Imbal Hasil Obligasi AS

Suara Linimasa | Suara.com

Kamis, 20 April 2023 | 07:14 WIB
Kurs Dolar Menguat Akibat Imbal Hasil Obligasi AS
dolar as naik (Suara.com/Muhaimin A Untung)

LINIMASA - Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB. Kenaikan terjadi akibat imbal hasil obligasi pemerintah AS karena investor berbeda tentang pendapat Federal Reserve atau bank sentral AS. 

Indeks dolar AS naik 0,23 persen menjadi 101,9695 pada akhir perdagangan. Indeks dolar AS mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya. 

Sementara euro turun menjadi 1,0952 dolar AS dari 1,0973 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2438 dolar AS dari 1,2429 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 134,7260 yen Jepang, lebih tinggi dari 134,0580 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,8976 franc Swiss dari 0,8970 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3462 dolar Kanada dari 1,3392 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,3451 krona Swedia dari 10,3073 krona Swedia.

Mortgage Bankers Association menyebutkan bahwa untuk pekan yang berakhir 14 April, permohonan kredit kepemilikan rumah (hipotek) AS turun 8,8 persen dari satu minggu sebelumnya. Pembacaan sebelumnya adalah pertumbuhan minggu ke minggu sebesar 5,3 persen.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS terus meningkat karena investor mencerna komentar hawkish pejabat Fed. Tingkat imbal hasil surat utang 2-tahun sempat mencapai 4,3 persen pada Rabu (19/4/2023) sementara tingkat imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun bertahan di atas 3,6 persen.

"Tapi keuntungan dolar adalah penangguhan hukuman sementara," kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto, melansir Antara.

"Kami masih berpikir bahwa dalam jangka menengah hingga jangka panjang dolar akan terus berada di bawah tekanan yang cukup besar. Dan itu terkait dengan pandangan kami bahwa Fed mungkin akan menaikkan (suku bunga) sekali lagi dan hanya itu," tambahnya.

Eurostat melaporkan Rabu (19/4/2023) bahwa indeks harmonisasi harga konsumen (HICP) zona euro meningkat 6,9 persen pada Maret secara tahun ke tahun, turun dari pertumbuhan 8,5 persen pada Februari. 

Hal ini sejalan dengan ekspektasi para ekonom. Tingkat inflasi tetap tinggi dan jauh di atas target Bank Sentral Eropa sebesar 2,0 persen. Pembacaan sebelumnya direvisi menjadi 12,8 persen dari 12,7 persen. Para ekonom memperkirakan pembacaan 7,0 persen untuk Maret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Negara Anggota BRICS Siapkan Mata Uang Baru, Geser Dominansi Dolar AS

Negara Anggota BRICS Siapkan Mata Uang Baru, Geser Dominansi Dolar AS

News | Rabu, 05 April 2023 | 11:16 WIB

BRI Danareksa Sekuritas Rampungkan Puluhan Penjaminan Emisi Saham dan Obligasi dengan Total Nilai Rp 80 Triliun

BRI Danareksa Sekuritas Rampungkan Puluhan Penjaminan Emisi Saham dan Obligasi dengan Total Nilai Rp 80 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2023 | 15:39 WIB

Ini Keunggulan Investasi Obligasi Fixed Rate

Ini Keunggulan Investasi Obligasi Fixed Rate

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2023 | 13:39 WIB

Terkini

'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari

'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari

Kalbar | Senin, 04 Mei 2026 | 23:58 WIB

5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal

5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal

Bogor | Senin, 04 Mei 2026 | 23:49 WIB

Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini

Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini

Jabar | Senin, 04 Mei 2026 | 23:42 WIB

7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut

7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut

Jakarta | Senin, 04 Mei 2026 | 23:40 WIB

5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit

5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit

Banten | Senin, 04 Mei 2026 | 23:35 WIB

Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?

Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2026 | 23:34 WIB

Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya

Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya

Jakarta | Senin, 04 Mei 2026 | 23:29 WIB

5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu

5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu

Jabar | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB