LINIMASA - Berikut niat mandi sunnah Idul Fitri lengkap dengan arab, latin, dan terjemahannya serta waktu pelaksanaanya.
Banyak amalan yang disunnahkan pada saat tiba hari lebaran, salah satunya yaitu mandi sunnah Hari Raya Idul Fitri.
Kesunahannya berlaku bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
Seorang wanita yang sedang dalam masa datang bulan atau haid dan nifas pun dianjurkan untuk mandi sunnah Idul Fitri ini.
Bahkan, anjuran ini pun berlaku bagi seorang Muslim yang tidak menghadiri shalat Idul Fitri, seperti orang sakit.
Adapun dalil mandi sunnah Idul Fitri salah satunya yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib radhiyallahu 'anhu,
"Seseorang pernah bertanya pada ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengenai mandi.
Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?”
Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arofah, hari Idul Adha dan Idul Fithri.” (HR. Al Baihaqi 3/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Irwa’ 1/177)
Waktu pelaksanaan mandi sunnah Idul Fitri bisa dilakukan sebelum atau setelah shalat subuh pada pagi hari Idul Fitri.
Syekh al-Baijuri dalam kitab Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’ menjelaskan bahwa seseorang diperkenankan melaksanakan mandi sunnah ini mulai tengah malam atau 1 Syawal pada waktu dini hari.
"Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam."
Namun, Syekh Sulaiman al-Bujairimi dalam kitab Tuhfah al-Habib ‘Ala Syarh al-Khathib menekankan bahwa waktu pelaksanaan mandi sunnah yang lebih utama adalah pada setelah terbit fajar.
Adapun untuk niat mandi sunnah Idul Fitri cukup singkat, yaitu sebagai berikut:
“Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah ta'ala."