LINIMASA - Penelusuran fakta kali ini menyorot narasi di media sosial YouTube yang menyebutkan jika Firli Bahuri Berontak saat asetnya dirampas.
Sebuah video yang diunggah di platform media sosial YouTube oleh akun @polemikpolitikus menggemparkan publik.
Pasalnya, video itu menarasikan jika aset Firli Bahuri dirampas oleh negara.
Kanal YouTube yang memiliki subscriber sebanyak 125 ribu itu bahkan menyebut jika Firli Bahuri melakukan protes keras hingga melakukan berontak saat asetnya disampas.
Berikut narasi judul yang ditulis : FIRLI KERAS BERONTAK BEGINI SAAT ASETNYA DI RAMPAS
Sementara dalam sampul video menuliskan : NEGARA TAK MAIN MAIN ASET FIRLI DI SITA TANGIS KELUARGA PECAH
Lantas, apakah klaim tersebut benar adanya? simak penelusuran fakta yang dilakukan oleh tim Linimasa Suara.
CEK FAKTA
![Firli Bahuri Berontak saat Asetnya Dirampas, cek fakta sebenarnya disini [(Youtube @polemikpolitikus)]](https://media.suara.com/suara-partners/linimasa/thumbs/1200x675/2023/05/08/1-cek-fakta-firli-bahuri.png)
Penelusuran Fakta
Dalam video yang beredar, terdapat klaim bahwa aset milik Firli Bahuri, pejabat tinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah disita negara dan ia pun berontak.
Namun, setelah ditelusuri, ternyata klaim tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Cegah Peredaran Narkoba, Yayasan Gerakan Rakyat Anti Madat Soloraya Didirikan
Video tersebut sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Firli Bahuri benar-benar berontak saat asetnya disita negara.
Selain itu, tidak ada berita kredibel yang mengonfirmasi bahwa aset miliknya telah disita oleh negara.
Maka, dapat disimpulkan bahwa klaim tersebut tidak berdasar. Unggahan yang menyajikan informasi dan narasi yang menyesatkan seperti ini sangat tidak dianjurkan karena dapat memicu persepsi yang salah di masyarakat.
KESIMPULAN
TERMASUK KATEGORI HOAX
Video YouTube unggahan akun @polemikpolitikus berjudul : FIRLI KERAS BERONTAK BEGINI SAAT ASETNYA DI RAMPAS termasuk kategori konten HOAX.
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].