Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 04 Februari 2026 | 17:35 WIB
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat RDP dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (4/2/2026). (bidik layar video DPR RI)
baca 10 detik
  • Menpar Widyanti menepis isu penurunan kunjungan wisatawan Bali saat Raker Komisi VII DPR RI pada Rabu (4/2/2026).
  • Data Januari-November 2025 menunjukkan Bali menerima 12,2 juta kunjungan berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD).
  • Lombok Gili Tramena mencatat kunjungan tertinggi di antara sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) nasional.

Suara.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana secara tegas menepis isu yang menyebutkan bahwa Bali mengalami penurunan kunjungan wisatawan atau sepi.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (4/2/2026).

Dalam penjelasannya di hadapan Komisi VII, Widiyanti memaparkan data statistik terbaru yang dihimpun melalui metode Mobile Positioning Data (MPD), yakni sistem pelacakan berbasis sinyal telepon seluler.

"Selanjutnya, statistik untuk destinasi pariwisata prioritas untuk menjawab pertanyaan Ibu Evita Nursanti. Kami baru dapat sampaikan sekarang karena data ini masih dalam pengolahan oleh BPS dalam hasil kerja tim Rescue bersama Bappenas dan Kemenpar. Data yang telah terbit adalah data Januari hingga November 2025 menggunakan metode Mobile Positioning Data atau MPD yang adalah metode berbasis sinyal telepon seluler di dalam delineasi destinasi pariwisata prioritas," ujar Widiyanti.

Ia menekankan bahwa berdasarkan data resmi tersebut, Bali masih menjadi magnet utama pariwisata Indonesia dengan angka kunjungan yang sangat fantastis sepanjang tahun 2025.

"Sekaligus kami luruskan tidak benar bahwa Bali sepi, terlihat kunjungan yang tetap mencapai 12,2 juta kunjungan di Januari hingga November 2025," tegasnya mematahkan anggapan yang beredar.

Selain Bali, Menpar juga menyoroti performa 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Dari sepuluh titik tersebut, kawasan Lombok Gili Tramena di Nusa Tenggara Barat mencatatkan angka kunjungan tertinggi.

Widyanti tidak menampik bahwa Bali dan dua destinasi regeneratif lainnya masih mendominasi statistik nasional karena faktor popularitas dan infrastruktur yang lebih mapan dibandingkan wilayah lain.

"Memang apabila kita lihat kunjungan di tiga destinasi regeneratif jauh melebihi kunjungan ke destinasi pariwisata prioritas karena memang ketiga destinasi ini adalah yang paling dikenal sekaligus memiliki konektivitas yang paling baik sehingga pintu masuk wisatawan memang utamanya dari ketiga destinasi ini," jelasnya.

baca juga

Kendati begitu, Kementerian Pariwisata terus berkomitmen untuk melakukan pemerataan agar wisatawan tidak hanya menumpuk di satu titik saja.

Menurutnya, strategi mendorong pergerakan wisatawan ke destinasi-destinasi baru di luar Bali kini mulai menunjukkan tren yang menggembirakan.

"Namun upaya kami semua untuk mendorong persebaran wisatawan ke daerah lain juga mulai menunjukkan hasil yang membaik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata

Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:23 WIB

Diultimatum Prabowo, Purbaya Bongkar Kenapa Bali Jadi Kotor dan Penuh Sampah

Diultimatum Prabowo, Purbaya Bongkar Kenapa Bali Jadi Kotor dan Penuh Sampah

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:04 WIB

Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah

Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 09:46 WIB

Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana

Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana

News | Senin, 02 Februari 2026 | 22:10 WIB

Prabowo Sentil Pejabat Bali, Pulau Dewata Kini Kotor: Bagaimana Turis Mau Datang!

Prabowo Sentil Pejabat Bali, Pulau Dewata Kini Kotor: Bagaimana Turis Mau Datang!

News | Senin, 02 Februari 2026 | 13:55 WIB

Tak Lagi Musiman, Banjir Mulai Hantam Wilayah yang Dulu Dianggap Aman

Tak Lagi Musiman, Banjir Mulai Hantam Wilayah yang Dulu Dianggap Aman

Lifestyle | Senin, 02 Februari 2026 | 11:22 WIB

Hasil Super League: Persik Kediri Menangi Drama 5 Gol atas Bali United

Hasil Super League: Persik Kediri Menangi Drama 5 Gol atas Bali United

Bola | Jum'at, 30 Januari 2026 | 17:49 WIB

Terkini

Gerah Dikloning, Piaggio Patenkan Bentuk 3D Vespa: Pabrikan Lain Gak Boleh Bikin Motor Mirip Lagi?

Gerah Dikloning, Piaggio Patenkan Bentuk 3D Vespa: Pabrikan Lain Gak Boleh Bikin Motor Mirip Lagi?

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 18:12 WIB

Bebas Kilap! 4 Physical Sunscreen Silica untuk Kontrol Sebum Kulit Sensitif

Bebas Kilap! 4 Physical Sunscreen Silica untuk Kontrol Sebum Kulit Sensitif

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:10 WIB

KPA: Jangan Lagi Kriminalisasi Petani dan Masyarakat Adat yang Perjuangkan Tanah

KPA: Jangan Lagi Kriminalisasi Petani dan Masyarakat Adat yang Perjuangkan Tanah

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:09 WIB

Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Kasus Penyerangan di Humbahas

Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Kasus Penyerangan di Humbahas

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 18:06 WIB

Ada Staf Terluka Saat Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum

Ada Staf Terluka Saat Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:03 WIB

Jalur KRL Bakal Diperpanjang hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028

Jalur KRL Bakal Diperpanjang hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:01 WIB

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:00 WIB

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 17:59 WIB

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

×