Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 04 Februari 2026 | 17:27 WIB
Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100
Menpar Widyanti Putri Wardhana saat RDP dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (4/2/2026). (bidik layar video DPR RI)
baca 10 detik
  • Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menilai kinerja Menpar Widyanti Wardhana 2025 dengan skor 50 pada 4 Februari 2026.
  • Yoyok mengkritik kebijakan kementerian yang dianggap hanya seperti penyelenggara acara tanpa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
  • Kritik mencakup masalah harga tiket pesawat mahal, infrastruktur wisata rusak, dan minimnya peran Polisi Wisata.

Suara.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo, memberikan penilaian rendah terhadap kinerja Menteri Pariwisata (Menpar) Widyanti Putri Wardhana sepanjang tahun 2025.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (4/2/2026).

Yoyok memberikan skor 50 dari 100 karena menilai masih banyak celah dalam kebijakan pariwisata nasional.

Ia menyoroti bahwa klaim pariwisata sebagai penyumbang devisa dan penyerap tenaga kerja besar belum sebanding dengan efektivitas kebijakan di lapangan.

Ia memperingatkan agar Kementerian Pariwisata tidak hanya terjebak menjadi penyelenggara acara tanpa dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku wisata di tingkat bawah.

"Cuman kebijakan-kebijakan yang Ibu ambil tahun kemarin, itu kan masih banyak celah dan bolongnya, Bu, dan saya harapkan di 2026 nanti, kebijakan yang Ibu ambil ini semestinya merupakan kebijakan sebagai mesin ekonomi, Bu, sebagai mesin ekonomi," kata dia.

"Jangan pula kementerian Ibu itu nantinya malah justru, mohon maaf nih ya kayak sebagai EO aja itu lho. Jadi semacam event organizer nasional gitu," Yoyok menambahan.

Ia juga menyentil penggunaan anggaran yang dinilai terlalu banyak habis untuk agenda internal kementerian atau seminar di level tinggi.

Yoyok membandingkan anggaran tersebut dengan banyaknya objek wisata milik Pemda yang bangkrut serta kegagalan desa wisata yang dibangun dengan dana desa.

baca juga

Terkait pencapaian personal sang menteri, Yoyok memberikan komentar yang cukup mencolok.

"Maaf nih, Bu. Ibu seorang menteri yang paling cantik nih di kabinetnya Pak Prabowo. Ini kalau kepiawaian Ibu nggak bisa diragukan lagi. Ini kalau Ibu gunakan, pakai untuk bisa nembus seluruh kementerian yang ada hubungannya dengan Ibu, ini kan sangat luar biasa," tuturnya.

Namun, pujian tersebut dibarengi dengan rapor rendah.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo. (tangkap layar)
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo. (tangkap layar)

"Saya sampaikan, Bu, kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50," tegas Yoyok.

Rapor "setengah matang" tersebut diberikan Yoyok karena melihat berbagai fakta di lapangan yang dianggapnya masih berantakan.

Mulai dari harga tiket pesawat yang sangat mahal, infrastruktur jalan menuju objek wisata yang rusak, hingga fasilitas penunjang seperti toilet yang disebutnya "hancur-hancuran".

Selain infrastruktur, isu keamanan juga menjadi perhatian besar. Yoyok menyayangkan kurang maksimalnya peran Polisi Wisata di tengah rentetan kecelakaan maut di destinasi unggulan, seperti kejadian jip yang terjatuh di Bromo hingga tragedi yang menimpa mantan pelatih klub bola asal Spanyol.

"Kemudian ada lagi yang apes lagi di kecelakaan pelatih bola favorit saya, malah mati di tempat kita, pelatih bola Valencia, ini kan... cobalah, Bu, dimanfaatkan secara maksimal lagi untuk pengecekan semua fasilitas. Kalau Polisi Wisata itu diajukan, saya yakin efeknya akan lebih bagus, Bu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos

Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:38 WIB

Bantah Kabar 'Disemprot' Komisi VII DPR, Menpar Widiyanti: Beritanya Agak Lucu, Kami Baik-baik Saja

Bantah Kabar 'Disemprot' Komisi VII DPR, Menpar Widiyanti: Beritanya Agak Lucu, Kami Baik-baik Saja

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:02 WIB

Ketua Komisi VII DPR Kritik Habis Menpar Widiyanti: Kalau Enggak Mau Rapat, Jangan Jadi Menteri

Ketua Komisi VII DPR Kritik Habis Menpar Widiyanti: Kalau Enggak Mau Rapat, Jangan Jadi Menteri

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 11:54 WIB

Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:59 WIB

Terkini

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB