LINIMASA - Beredar kabar Persib Bandung yang akhirnya resmi mendatangkan pemain asal Spanyol Enric Saborit dari klub kasta tertinggi Liga Israel Maccabi Tel Aviv.
Informasi tersebut disebar melalui unggahan video oleh kanal YouTube Planet Persib pada Selasa (9/5/2023). "AKHIRNYA DATANG, Enric Saborit Diresmikan Persib!! Opsi Pinjamkan Febri Hariyadi ke Klub Lain," judul unggahan tersebut.
Gambar sampul video tersebut menampilkan Enric Saborit yang mengenakan jersey Persib. Ada pula foto Saborit sedang membentangkan jersey Persib di samping Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahyono.
"AKHIRNYA DATANG ENRIC SABORIT SEGERA DIRESMIKAN PERSIB," tulisan yang dicantumkan dalam thumbnail tersebut.
Selain itu, dalam thumbnail pun diperlihatkan potret monokrom Febry Hariyadi dengan tulisan "Dipinjamkan."
Lantas, benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Setelah ditonton sampai akhir, video berdurasi tiga menit, lima detik tersebut hanya membahas masalah rumor terkait kemungkinan Persib mengontrak Enric Saborit.
Dugaan tersebut menguat karena Enric merupakan anak asuh Luis Milla di Timnas Spanyol usia muda.
Narator menjelaskan tentang kemungkinan Persib meminjamkan Febri Hariyadi karena alasan menurunya performa pemain bernomor punggung 13 tersebut.
Baca Juga: Alasan Hakim Jatuhkan Vonis Penjara Seumur Hidup bagi Teddy Minahasa
Tidak ada bukti valid yang menguatkan informasi terkait resminya Enric Saborit dikontrak Persib. Narator dalam video tersebut hanya menjelaskan tentang berbagai isu yang beredar terkait bursa transfer Liga 1 di kubu Persib.
Melihat website resmi Persib pada Selasa sore (9/5/2023) tidak ada informasi terkait perekrutan pemain baru. Kabar terbaru di laman resmi Persib yakni tentang wafatnya ayahanda pemain Persib, Dedi Kusnandar.
Terkini, Persib belum mengumumkan terkait rekrutan pemain asing di bursa transfer Liga 1 2023/2024. Media Officer Persib, Jatnika Sadili mengatakan informasi terkait Saborit hanya rumor belaka.
"Itu hanya rumor saja. Pokoknya masalah transfer pemain baru pasti akan lebih dulu dikabarkan lewat website resmi atau akun media sosial kami," kata Jatnika.
Thumbnail video tersebut pun diduga merupakan hasil editan alias rekayasa digital dengan cara membingkai beberapa foto dan diedit seolah sebuah peristiwa benar-benar terjadi.
Kesimpulan