LINNIMASA - Direktur Pencegahan serta Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi, terdapat beberapa alasan di balik peningkatan kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) sifilis di Indonesia.
Imran menilai bahwa kenaikan kasus IMS sifilis tersebut terkait dengan peningkatan jumlah skrining sifilis.
Dalam beberapa tahun terakhir, upaya skrining sifilis telah ditingkatkan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk klinik dan rumah sakit.
"Peningkatan kasus disebabkan peningkatan jumlah orang yang diskrining sifilis,” terang Imran, Kamis, (11/5/2023).
“Sehingga secara program lebih bagus karena semakin banyak yang ditemukan maka akan semakin banyak yang diobati sehingga tidak menularkan ke orang lain. Terutama pada ibu hamil positif yang bisa menularkan ke bayinya," tandasnya.
Imran menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berfokus pada penemuan kasus dengan melakukan skrining dini sifilis pada level populasi, terutama pada populasi yang rentan dan berisiko tinggi.
Skrining dilakukan dengan menggunakan rapid test yang telah sesuai standar dan memberikan hasil dengan cepat.
Menurutnya, dengan menggunakan metode ini, kasus sifilis dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan jika hasilnya positif.