LINIMASA - Marshanda, seorang artis yang telah dikenal luas di industri hiburan Indonesia, mengungkapkan perjalanan dan perjuangannya dalam menjaga kesehatan mentalnya.
Dalam sebuah wawancara, ia berbagi pengalaman pribadinya yang menjadi pemicu dalam memperhatikan dan mengadvokasi kesehatan mental serta keinginannya untuk dikenang sebagai sosok yang memberikan perubahan positif.
Awalnya, Marshanda merasa bahwa orang-orang menganggapnya sebagai sosok yang sempurna, tanpa memiliki masalah apapun.
Hal ini disebabkan oleh perannya sebagai Lala dalam sinetron populer berjudul Bidadari.
Namun, pada suatu saat, Marshanda mulai mempertanyakan apakah ia harus terus berusaha menjadi "orang lain" hingga akhir hayatnya.
"Akhirnya ada sebuah calling dalam diri aku yang ngomong 'lo yakin sampai lo mati lo akan diingat sebagai Marshanda yang all good, putih, bersih. Lo yakin itu yang mau diingat legacy-nya?'," kata Marshanda, dikutip dari YouTube Puella.id
Proses refleksi ini membawa Marshanda pada sebuah pengertian yang mendalam tentang pentingnya menjadi diri sendiri.
Ia ingin orang-orang mengenal dan menerima dirinya yang sebenarnya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Keputusan ini menjadi pemicu bagi Marshanda untuk semakin terbuka dalam membahas masalah yang ada dalam dirinya, baik itu terkait kesehatan mental maupun pengalaman pahit yang pernah dialaminya.
Baca Juga: Awang Faroek Ishak Klaim IKN Bagian dari 7 Mimpi Kaltim yang Tertuang Dalam Monumen Kapsul Waktu
Marshanda telah menciptakan ruang aman di media sosial dengan membuat video-video yang berbicara tentang pengalaman pribadinya.
Ia berbagi tentang pengalamannya menjadi korban perundungan (bullying), tantangan dalam hubungan dengan orangtua, dan bahkan mengenai isu-isu seputar kesehatan mentalnya.
"Gue gak mau, gue mau jadi real. Gue mau kasih tau orang-orang kalau gue juga punya masalah. That's why aku bikin video tentang aku dibully, bicara soal masalah orangtua, bahkan tentang isu kesehatan mentalku," lanjutnya.
Marshanda juga berpikir cukup jauh tentang kematiannya kelak. Ada harapan dalam diri Marshanda agar bisa dikenang sebagai sosok bermanfaat.
Selama perjalanan ini, Marshanda juga mulai mempertimbangkan warisan yang ingin ia tinggalkan di dunia.
Ia berharap agar ketika ia meninggal, orang-orang akan mengingatnya sebagai sosok yang memberikan manfaat dan mempengaruhi hidup mereka secara positif.