LINIMASA - Penyanyi dangdut, Saipul Jamil angkat bicara menanggapi permasalahan sapi kurban yang dialami mantan istrinya, Dewi Perssik dengan ketua RT, Malkan.
Mengingat, Malkan menurut keterangan Dewi Perssik (Depe) sempat menolak sapi kurban tersebut dan malah memalaknya dengan meminta uang Rp100 juta.
Saipul Jamil lantas menduga jika permasalahan ini timbul lantaran Depe mendapatkan informasi simpang siur, tanpa dikroscek kebenarannya.
Alhasil, kesalahpahaman pun pun terjadi antara Depe dengan Malkan dan membuat heboh warga setempat hingga menyebar luas di sosial media.
"Sebenarnya ini adalah sebuah kekeliruan, kesalahpahaman yang disampaikan oleh seseorang kepada Dewi Perssik. Yang disampaikan kepada Dewi Perssik tetapi salah," kata Saipul Jamil, dikutip dari kanal YouTube Seleb Oncam News, Senin (3/7/2023).
Mantan suami Depe yang kerap disapa Bang Ipul itu pun mengatakan jika Dewi Perssik adalah korban.
"Jadi sebenarnya Dewi Perssik ini adalah korban, yaitu korban penyampaian yang salah," sambungnya.
Menurut Saepul, Depe adalah orang yang mudah percaya terhadap orang lain dan kerap tidak teliti saat menyaring informasi. Tak heran jika Depe dilanda kisruh salah paham dengan Malkan.
Kendati Dewi dan Malkan telah menggelar mediasi pada 29 Juni 2023 lalu di Masjid Babul Khoirot, akan tetapi kisruh sapi kurban ini tidak menemukan titik terang.
Baca Juga: Muak Disodorin Foto Lawas Bareng Rendy Kjaernett, Lady Nayoan: Itu Senyumnya Palsu
"Karena saya tahu, watak mantan istri saya pertama itu memang seperti itu, dia gampang percaya, apa yang disampaikan dia enggak teliti dulu. Jadi saya sangat mengenal watak mantan istri pertama saya ini," pungkas Saipul Jamil.
Selanjutnya, Bang Ipul sangat menyayangkan soal sifat buruk Depe ini yang kemungkinan dapat menyebabkan permasalahan baru di masa yang akan datang.
"Sebenarnya anak ini baik banget, jangan sampe ada berita yang salah nyampe ke kuping dia. Karena dia ini orangnya enggak mau kroscek, jadi ada orang yang sampaikan ke dia," kata Saipul.
"Dia langsung nggak mikir panjang lagi, dia sampaikan kayak gini, kok bisa ada, sebutan Pak RT itu minta Rp100 juta, ini yang nyampein siapa? Diteliti dari situ aja sebenarnya gampang," tambahnya.