LINIMASA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengaku pasrah dengan penolakan dari klub Liga 1 terkait rencana Bhayangkara FC dijadikan klub khusus untuk membentuk pemain-pemain Timnas Indonesia.
Meski begitu, Erick tidak menjelaskan detail terkait alasan penolakan yang dilayangkan klub penghuni Liga 1.
Sebelumnya, sempat ada wacana pemain-pemain Timnas Indonesia khususnya U-20 yang belum memiliki klub akan ditarik ke Bhayangkara FC. Langkah itu diambil demi pembinaan berjenjang penggawa Tim Nasional Indonesia.
Menurut Erick, langkah tersebut seperti yang diterapkan di Indonesian Basketball League (IBL) di mana Indoneia Patriots diisi oleh pemain-pemain nasional. Namun, di sepak bola tidak mendapat persetujuan dari klub Liga 1.
"Tahun ini sebenarnya kita inginkan Bhayangkara jadi bagian dari pembentukan tim nasional, kayak di basket ada Indonesia Patriots. Kalau kemarin coba final IBL, dari Prawira, dari PJ (Pelita Jaya) itu ada empat sampai lima jebolan Indonesian Patriots dan levelnya tak kalah dengan pemain SM (Satria Muda) yang senior," terang Erick Thohir saat konferensi pers di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (25/7/2023).
Dengan demikian, kata dia, akan ada percepatan dalam melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pemain Timnas Indonesia.
"Artinya ada percepatan, karena kita ini bukan Eropa yang punya sistem pendidikan dari akar rumput ke atas. Kami masih kagetan, tidak bisa kaya gitu euforia juara SEA Games, U-19 kita yang perempuan ke semifinal pertama kali dalam sejarah, bukan itu yang kita harapkan," ujarnya.
Namun, klub Liga 1 tidak sepakat dengan usulan Erick Thohir sehingga akhirnya Menteri BUMN tersebut mengurungkan niatnya.
"Yang kita ingin membangun tradisi dan sistem yang baik sehingga punya kepastian, timnas kita punya standar baik, di sinilah yang saya bilang, tahun ini kita sudah negosiasi dengan klub, boleh tidak Bhayangkara itu poinnya dihitung, tapi tak perlu juara? tapi klub kan bilang jangan, ya udah kita ngalah," kata dia.
Baca Juga: New Honda Genio Tampil dalam Warna dan Striping Baru, Banderol Mulai Rp 19 Juta
"Kita ngalah karena mungkin klub 'kan kaget, kami dorong lagi tahun depan, mudah-mudahan bisa. Saya juga tak mau jadi pemimpin otoriter, klub juga turut berkontribusi, SSB, wasit, dan semua juga membangun sepak bola Indonesia, itulah kenapa perlu kesepakatan," tutupnya.