LINIMASA - Putri Pinkan Mambo, MA mengaku sempat tak karuan dan bingung harus melakukan apa setelah menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah tiri, Steve Wantania. Namun, gadis berusia 17 tahun tersebut akhirnya memutuskan untuk kabur dari rumah.
Ia pergi dijemput ayah kandungnya, mantan suami Pinkan Mambo, Sandy Sanjaya, secara diam-diam. MA pun merasa lebih aman tinggal bersama keluarga ayah kandungnya.
Terkini, Steve Wantania sudah dinyatakan bersalah dan divonis 9,5 tahun. Steve masih menjalani masa hukumannya karena terbukti bersalah sudah melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap putri tirinya, MA.
Efek trauma menyelimuti MA, setelah menjadi korban kekerasan seksual ayah tirinya, Steve Wantania. Ia menjadi lebih banyak berhati-hati terhadap laki-laki.
"Mungkin untuk kayak aku masih berhati-hati sama laki-laki, mungkin kaya aku tahu ada beberapa lelaki yang gak sama juga, tapi aku masih was-was juga," ujarnya.
Namun, pengakuan mengejutkan disebutkan MA saat diwawancara oleh Feni Rose yang tayang di kanal YouTube Feni Rose Official pada Minggu (30/7/2023).
MA mengaku kalau dirinya sempat menjadi korban kekerasan seksual tidak hanya dilakukan oleh ayah tirinya, melainkan oleh sopir pribadinya.
"Kejadian ini berlaku di aku juga bukan sama suami mami doang, tapi ada beberapa kejadian juga yang aku ngalamin berbeda orang," kata MA.
Feni Rose tampak penasaran dan bertanya siapa lagi pelaku lain yang tega melakukan tindakan bejat kepada MA.
Baca Juga: Detik-Detik Putri Pinkan Mambo Melarikan Diri dari Cengkraman Ayah Tiri
"Di saat suami mami itu ngelakuin (kekerasan seksual ) ke aku, juga kejadian itu (serupa beda pelaku) ada beberapa kejadian itu (lain)," kata MA.
"Siapa," tanya Feni Rose.
"Sopir aku, dan ada juga satu orang lagi," jawab MA.
"Yang ada di rumah itu?" tanya Feni Rose.
"Nggak, kejadian ini di luar rumah sih pas aku lagi holiday sama keluarga, dan ini gak terlalu separah itu, tapi menurut aku its a trigger karena ngalamin juga di dalam rumah saat itu," jawab MA.