LINIMASA - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan kekesalannya terkait proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang ternyata tidak memiliki akses jalan bagi penumpang.
Kartika tampak gondok mengetahui hal fatal tersebut. Hal itu diutarakan Kartika dalam acara InJourney Talks secara daring yang dikutip pada Rabu (2/8/2023). Ia mengaku kesal dengan PT KAI karena tidak secara matang memikirkan akses jalan stasiun.
"November tahun lalu saya baru realize, kita lupa mikirin akses stasiun. Ini juga saya sebel juga sama anak-anak KAI jadi akses stasiun belum dipikirin. Jadi Halim, Karawang nggak ada jalan akses ke tol sama ke jalan besar, baru kita dorong sekarang," kata Tiko, sapaan akrab Kartika.
Ia pun mengatakan perencataan stasiun kereta cepat tidak dipikirkan matang-matang dan hanya asal bangun saja.
"Makanya Karawang sama Padalarang akan terlambat, baru akhir tahun karena di Karawang itu kalau kita buka stasiunnya di depannya nggak ada jalan. Ini juga stupid juga kok bisa kelewatan, stasiun jadi, keretanya ada, belum dibikin jalan di depannya. Itu bisa kelewatan juga," ujarnya.
"Saya bilang gimana dulu perencanaan bisa kelewatan masalah jalan nggak ada, baru sekarang mau dibangun," tambahnya.
Ia mengatakan perlu adanya saling mengingatkan dalam mengerjakan sebuah proyek karena kemungkinan akan muncul titik buta atau blind spot, dalam hal ini akses jalan menuju stasiun.
"Even dengan PMO yang dibikin besar, karena saya fokus di delivery keretanya, lupa, baru November tahun lalu kita cek ternyata jalannya belum dibangun. Bahwa kita blind spot selalu muncul, kalau tim itu yang sehat, tim yang saling mengingatkan," tandasnya.