LINIMASA - Beredar kabar yang menarasikan seolah Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menggantikan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.
Kabar tersebut disebar melalui unggahan media sosial Facebook @Kanjeng Sunan. Akun tersebut mengklaim bahwa kabar itu merupakan informasi A1, alias informasi terpercaya.
"Info A1 Petinggi PDIP, pasangan Puan - AHY akan menggantikan Ganjar Pornowo," narasi yang ditulis dalam unggahan Facebook tersebut.

Lantas benarkah klaim infomasi tersebut?
Setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi remsi dari partai pengusung yang disebutkan dalam unggahan tersebut. Tidak ada kabar resmi menyebut pergantian pasangan calon yang akan maju pada Pilpres 2024.
Faktanya, tidak ada informasi resmi yang dapat mengklarifikasi penyataan tersebut. Hingga kini masing-masing koalisi partai masih mempertahankan dukungannya terhadap bakal calon presiden yang ditetapkan.
Diketahui, Puan Maharani menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, siap memenangkan Ganjar di Pilpres 2024. Dalam deklarasi dukungan pada 21 april 2023, Megawati meminta Puan membentuk tim yang akan fokus memenangkan Pileg dan Pilpres 2024.
“Sebelumnya saya memberi tugas Mbak Puan untuk bertemu secara rutin dengan Presiden Jokowi dan berdialog dengan ketua umum partai politik,” kata Megawati, dikutip dari detikNews, Sabtu (22/4/2023).
Baca Juga: Bojan Hodak Kaget dengan Pemainan Buruk Persita Saat Dilibas Persib 5-0
Di sisi lain, Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron mengatakan Demokrat saat ini lebih rasional dengan tidak memaksa mengusung AHY sebagai calon wakil presiden.
“Rasional. Rasional. Ya kalau diajak jadi cawapres siap, tapi kalau tidak, kami lebih rasional untuk bisa bergabung dengan koalisi. Ya mengikuti apa yang memang sudah menjadi komitmen bersama dalam koalisi tersebut,” ujar Herman di Kantor DPP Partai Demokrat pada Sabtu (9/9/2023).
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebut Puan Maharani- AHY gantikan Ganjar Pranowo merupakan informasi menyesatkan alias hoaks.