LINIMASA - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dikabarkan menemukan talenta berbakat yang mampu melampaui kemampuan mematikan Pratama Arhan.
Klaim tersebut dibagikan kanal YouTube Dribble 9 melalui sebuah unggahan video berdurasi enam menit dua detik.
"STY temukan MONSTER baru, 200% lebih mematikan dari Pratama Arhan | dribble9," judul unggahan video tersebut.
Terkini unggahan video tersebut sudah ditonton sebanyak 2,6 juta kali sejak pertama kali diunggah pada 31 Januari 2022 silam.
![Thumbnail video menarasikan seolah Shin Tae-yong temukan pemain berbakat di Timnas Indonesia. [YouTube]](https://media.suara.com/suara-partners/linimasa/thumbs/1200x675/2023/09/20/1-thumbnail-video-menarasikan-seolah-shin-tae-yong-temukan-pemain-berbakat-di-timnas-indonesia.jpg)
Thumbnail video menampilkan dua penggawa Timnas tampak sedang melakukan lemparan bola bareng ke arah gawang lawan. Tampak foto Shin Tae-yong menunjukkan gestur kaget melihat aksi lemparan tersebut.
"Monster baru lemparan jauh lahir karena ulah STY," narasi yang ditulis dalam thumbnail video.
Lantas benarkah klaim video tersebut?
Setelah ditonton hingga akhir, narator hanya menjelaskan opini terkait lemparan bola out yang kini menjadi trend di kancah sepak bola Tanah Air setelah Pratama Arhan kerap melakukan lemparan bola out yang membahayakan lawan.
Baca Juga: Cek Fakta: Marc Klok Hengkang dari Persib dan Perkuat Kembali Persija
Narator mengklaim kalau Shin Tae-yong menemukan sosok monster baru lemparan bola out selain Pratama Arhan. Pemain tersebut yakni gelandang Persib, Robi Darwis.
Dijelaskan dalam video kalau lemparan Robi Darwis lebih jauh dibanding Pratama Arhan. Namun hal tersebut tidak disokong bukti akurat.
Tidak pula ada keterangan dari Shin Tae-yong yang menyebut lemparan Robi Darwis 200 persen lebih mematikan dibanding lemparan Pratama Arhan.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan video kanal YouTube Dribble 9 berjudul "STY temukan MONSTER baru, 200% lebih mematikan dari Pratama Arhan | dribble9," merupakan kabar keliru.