Susu Pasteurisasi VS Susu UHT. Apa Perbedaannya?

Mamagini

Jum'at, 01 Juli 2022 | 17:14 WIB
Susu Pasteurisasi VS Susu UHT. Apa Perbedaannya?
Pexels

Susu sapi merupakan nutrisi tambahan yang menjadi pelengkap 4 sehat 5 sempurna. Susu dikenal memilki kandungan protein dan kalsium yang tinggi untuk kesehatan tubuh dan menjaga kesehatan tulang. Tidak hanya itu, susu juga mengandung karbohidrat dan vitamin.
 
Agar susu dapat disajikan dan dikonsumsi, susu harus melewati proses sterilisasi yang cukup panjang. Susu sapi kemasan yang banyak ditemukan dipasaran biasanya terdiri dari dua jenis produk, yaitu Susu Pasteurisasi dan Susu UHT (Ultra High Temperature).
 
Kedua susu tersebut ternyata memiliki perbedaan mendasar pada tata cara pemrosesannya. Tujuannya adalah agar susu dalam kemasan dapat aman dikonsumsi dan tahan lama. Lalu, apa perbedaannya? Berikut penjelasannya.

Proses Pengolahan

Susu Pasteurisasi dan Susu UHT (Ultra High Temperature) memiliki perbedaan pada proses pengolahannya, yaitu jumlah temperature dan waktu pemanasan. Proses pengolahan Susu Pasteurisasi dilakukan dengan pemanasan pada suhu 72-85 derajat Celcius selama 10-15 detik.
 
Berbeda dengan Susu Pasteurisasi, Susu UHT dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi, yaitu pada 135-145 derajat Celcius selama 2-4 detik. Pemanasan menggunakan suhu tinggi tersebut memungkinkan susu sapi dapat aman dikonsumsi hingga 6 bulan, selama kemasan belum dibuka dan disimpan dengan baik.

Sterilisasi Bakteri

Menurut Laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat atau U.S Food and Drug Administration, susu murni (susu yang belum melalui proses pengolahan) membawa bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli dan Listeria. Bakteri tersebut dapat berisiko menyebabkan penyakit bagi tubuh.
 
Proses Pasteurisasi dapat membunuh bakteri berbahaya tersebut, namun tetap menyisakan bakteri non-patogen yang dapat merusak susu. Sedangkan Proses Ultra High Temperature (UHT) secara efektif dapat membunuh seluruh bakteri pada susu. Namun, proses ini dapat menyebabkan perubahan rasa pada susu yang kita minum.

Denaturasi Protein

Salah satu masalah yang muncul pada Susu UHT adalah adanya denaturasi protein dalam susu, atau dalam kata lain kandungan protein mengalami perubahan dan menjadi lebih rendah dibadingkan dengan Susu Pasteurisasi. Selain itu, kalsium pada Susu UHT menjadi bersifat tidak larut yang akan menyebabkan kalsum akan sulit diserap oleh tubuh setelah disterilisasi dengan suhu tinggi.

Kandungan Nutrisi

Proses pemanasan atau sterilisasi menyebabkan hilangnya nutrisi ringan dalam susu. Jurnal Universitas Minnesota menyebutkan bahwa Susu Pasteurisasi kehilangan 3-4 persen tiamin (vitamin B1), kurang dari 5 persen vitamin E, dan kurang dari 10 persen biotin (vitamin B7) selama proses pemanasan. Sedangkan pada Susu UHT, penurunan kandungan nutrisi bahkan lebih tinggi, namun memberikan umur simpan susu kemasan lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

4 Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

Mamagini | Minggu, 29 Mei 2022 | 10:20 WIB

Terkini

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:16 WIB

Tren Pasang Bi-LED di Vario 125 Makin Ramai, Pakar Kelistrikan Jogja Wanti-wanti Hal Ini

Tren Pasang Bi-LED di Vario 125 Makin Ramai, Pakar Kelistrikan Jogja Wanti-wanti Hal Ini

Otomotif | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:14 WIB

5 Lipstik Wardah Paling Tahan Lama, Awet 12 Jam Tanpa Touch Up

5 Lipstik Wardah Paling Tahan Lama, Awet 12 Jam Tanpa Touch Up

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:10 WIB

Apa Itu SPL dalam Parfum? Ini Panduan Lengkapnya Sebelum Membeli Wewangian

Apa Itu SPL dalam Parfum? Ini Panduan Lengkapnya Sebelum Membeli Wewangian

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:10 WIB

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:07 WIB

Lionel Messi Dapat Kabar Buruk dari Keluarga di Tengah Piala Dunia 2026

Lionel Messi Dapat Kabar Buruk dari Keluarga di Tengah Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:07 WIB

Final IBL 2026: Pelita Jaya Jakarta Waspadai 3 Pemain Asing Bogor Hornbills

Final IBL 2026: Pelita Jaya Jakarta Waspadai 3 Pemain Asing Bogor Hornbills

Sport | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:07 WIB

Didikan John Herdman, Striker Kanada Jonathan David Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026

Didikan John Herdman, Striker Kanada Jonathan David Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:07 WIB