Hubungan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali diperbincangkan oleh publik.
Hal ini setelah kedua mantan presiden RI ini bertemu dan duduk bersama di satu meja dalam serangkaian acara KTT G20 yang diselenggarakan di Bali beberapa waktu lalu.
Momen tersebut begitu mengejutkan, karena selama ini hubungan antara Megawati dan SBY dinilai kurang harmonis.
Namun, hal tersebut ditampik oleh pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio alias Hensat. Mengutip WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Hensat membantah rumor terkait hubungan dua politikus senior tersebut yang kurang harmonis.
Hensat pun mengaku tidak kaget ketika melihat momen kebersamaan Megawati dan SBY.
"Saya yakin sebetulnya Bu Megawati dan Pak SBY sejak dulu memang baik-baik saja," ujar Hendri.
Melalui momen tersebut, Hensat mengatakan bahwa Presiden ke-5 dan ke-6 RI ini memiliki sikap seorang negarawan.
"Itulah kenegarawanan dan demokrasi yang sesungguhnya," ucap Hendri.
Dalam pernyataannya, Hensat juga membeberkan bukti jika Megawati dan SBY memiliki hubungan baik dan tidak seperti isu-isu yang beredar.
"Buktinya, Bu Mega mengizinkan Pak SBY maju dalam pilpres untuk melawan dia," tuturnya.
"Pak SBY enggak mungkin diizinkan untuk maju waktu itu jika keduanya berseteru," imbuhnya.
Bukan itu saja, dikatakan oleh Hensat, Megawati dan SBY dapat berpikir dan bekerja untuk satu tujuan, yaitu membangun Indonesia.
"Mereka bicara politik hanya sampai dagu saja, tidak sampai hati," pungkasnya.